21 Ribu Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Bali, Penyebab Tertinggi dari Hubungan Heteroseksual
21 Ribu Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Bali, Penyebab Tertinggi dari Hubungan Heteroseksual
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus Human Immunodeficiency Viruses (HIV) atau Acquired Immunodeficiency Dyndrome (HIV/AIDS) di Bali alami fluktuasi, hingga Maret tahun 2019 tercatat sebanyak 21.018 orang yang terinfeksi.
Menurut data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Bali hingga Maret 2019, data komulatif kasus HIV/AIDS di Bali terus meningkat, namun khusus di Denpasar alami penurunan beberapa persen.
Jika pada tahun 2018 jumlah penderita sebanyak 2174 atau 10,3 persen, kini pada tahun 2019 hanya 547 orang atau 3 persen.
• Kisah Janda Muda di Bali, Ngaku Dihamili Bule Beristri Hingga Lahir Anak Kembar, Temui Hotman Paris
"Secara komuliatif datanya terus naik. Faktornya macam-macam, mungkin informasi dari kami sudah diterima dengan baik sehingga terjadi penurunan. Infeksi barunya berkurang dan tidak ada penambahan kasus," kata Sekretaris yang juga Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Bali Made Suprapta saat dihubungi Tribun Bali.
Namun begitu, data juga menunjukkan bahwa dari 32 tahun belakangan yakni dari tahun 1987 hingga Maret 2019, jumlah penderita di Denpasar menjadi yang terbanyak yakni dengan 7.865 (37,4%).
Laki-laki sebanyak 5.013 dan perempuan sebanyak 2.852.
• Ani Yudhoyono Datang Dalam Mimpi Rasyid: Salam untuk Dara ya, Memo Bilang Iya Nanti Memo Sampein
Dari jumlah tersebut kebanyakan penderita HIV/AIDS ini diakibatkan oleh perilaku seks bebas atau tidak aman.
Sedangkan kasus yang terjadi pada biseksual sebanyak 101 (0,5 persen), penyebab heteroseksual sebanyak 16.058 (76, 4 persen).
Sedangkan penyebab lain yang juga disebutkan yaitu homoseksual sebesar 2990 (14,2 persen), jarum suntik atau Injection Drugs Use (IDU) sebanyak 857 (4,1 persen), perinatal 595 (2,8 persen), tatto 10 (0,0 persen), dan tidak diketahui sebanyak 386 (1,8 persen).
• Oral Seks, Variasi Aktivitas Seks, dan Resikonya
Apakah HIV dan AIDS Itu Sama? Ini Penjelasan dr. Ketut Suryana
Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Ketut Suryana, Sp.PD.KAI,FINASIM yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya mengatakan bahwa pada umumnya HIV dan AIDS itu sama namun memiliki perbedaan yang jelas.
Sumber virus dari keduanya bernama retrovirus, yang menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh.
Virus ini menyerang daya tahan tubuh dan menimbulkan berbagai infeksi.
• Sembilan Hari Tak Keluar Kamar, Pria yang Kerap Dipanggil Jendral Tewas di Kamar Kos Sanur
''HIV dan AIDS itu sama, hanya saja HIV belum menunjukkan gejala, sementara AIDS sudah," katanya.
"HIV adalah ditemukannya virus retrovirus di dalam tubuh seseorang tetapi belum ada keluh kesah, jadi kalau terbukti ada virus di dalam tubuh orang dan belum ada gejala penyakit berarti itu namanya pasien dengan infeksi virus HIV, kalau sudah ada gejala seperti batuk yang lama, apakah itu diare, atau demam yang lama itu baru disebut AIDS," ujar dr. Suryana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-seks-hot_20170308_122030.jpg)