Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Minimal 2000 Kendaraan Roda Empat di Denpasar Diuji Emisi yang Tak Lolos Diwajibkan Begini

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggelar uji emisi untuk kendaraan roda empat.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Uji emisi gas buang di jalan Raya Sesetan Denpasar, Selasa (3/9/2019). 

  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggelar uji emisi untuk kendaraan roda empat.

Uji emisi ini digelar di Jalan Raya Sesetan Kota Denpasar pada Selasa (3/9/2019).

Kegiatan ini digelar selama tiga hari dimana hari kedua dilaksanakan di Jalan Kusuma Atmaja dan pada hari ketiga di Jalan Mahendradata.

Kepala DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada mengatakan dalam uji emisi ini ditarget bisa menguji minimal 2000 unit mobil.

Pemilihan kendaraan yang diuji pun sifatnya random sampling apakah yang berbahan bakar solar, maupun bensin.

"Yang tidak lolos wajib memperbaiki kendaraan di bengkel sesuai merek. Kita hadirkan agen dan  bengkel kendaraan sesuai dengan kendaraan itu kita libatkan," katanya.

Bagi kendaraan yang tidak lolos dicatat no kontak, plat, dan jenis kendaraannya.

Nantinya akan dihubungi oleh bengkel untuk dikondisikan agar layak.

"Keuntungan diadakannya uji emisi ini agar umur kendaraan  panjang dan mengurangi gas buang. Ini tujuannya juga untuk kegiatan langit biru agar udara segar di sekitar kita," katanya.

Pengujian emisi ini dilaksanakan sesuai dengan Permen nomor 41 tahun 1999 dalam rangka mengurangi pencemaran udara.

"Itu intinya dalam rangka implementasi secara real untuk pengendalian lingkungan. Deteksi dini terhadap pencemaran lingkungan dan masyarakat akan menikmatinya walaupun tidak konstan," katanya.

Sebelumnya tahun 2018 kemarin pihaknya juga melakukan uji emisi terhadap 2000 unit kendaraan.

Dari hasil uji tersebut sebanyak 4 persen dari jumlah kendaraan tak memenuhi uji emisi.

"Kami minta agar dealer atau bengkel menghubungi kendaraan tersebut dan diperbaiki. 4 persen menurut saya itu sudah rendah sekali, karena di Denpasar tidak ada industri juga," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved