Kawasan Besakih akan Dilengkapi Gedung Bioskop untuk Wisatawan yang Datang ke Pura Besakih
Koster menyebut penataan parahyangan Pura Besakih akan dimulai dari pelinggih-nya. Selain sebagai kawasan suci religi, Pura Besakih juga menjadi
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Film Dokumenter
Selanjutnya untuk palemahan-nya akan ditata dari bawah seperti alur jalan, bencingah, dan tempat parkir untuk pemedek maupun wisatawan.
Adapun lahan yang diperlukan untuk mengerjakan penataan ini seluas 5,9 hektare. Lahan tersebut berasal dari tanah provinsi, tanah pelaba pura, dan tanah masyarakat yang harus dibebaskan.
Sedangkan untuk gedung parkirnya akan menggunakan lembah yang ada dengan bangunan empat lantai.
Selain itu juga akan dibuatkan balai pesandekan bagi pemedek untuk beristirahat dan makan bersama keluarga.
Kawasan Besakih juga akan dilengkapi gedung bioskop khusus untuk wisatawan yang berkunjung ke Pura Besakih.
Nantinya wisatawan yang ke Besakih harus masuk gedung bioskop untuk mendapat pemahaman melalui film dokumenter.
Dalam film akan diuraikan tentang Pura Besakih berkaitan dengan sejarahnya, yaitu kapan didirikan, siapa mendirikan, apa saja yang ada, apa fungsinya, bagaimana upakaranya, dan sebagainya.
“Materinya akan dibuat lengkap supaya wisatawan yang berkunjung menjadi paham tentang Pura Besakih,” kata Koster, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.
Kondisi warung dan kios-kios pedagang yang berada di kawasan Besakih juga akan ditata.
Saat ini kondisinya dinilai semrawut.
Nanti yang boleh berjualan hanyalah pedagang-pedagang yang sekarang sudah ada di sana, yaitu sekitar 800 pedagang.
Mereka akan diatur sebaik-baiknya dan diberi tempat gratis sesuai ukuran tempat yang diperlukan.
“Ditata mereka, dikumpulin di lokasi tertentu, dipindah dan dilokalisir supaya tertata rapi. Semua kawasan ditata dengan baik. Akan dibuatkan alur masuk dan alur keluar,” ujar pria asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, ini.
Ditata Tahun 2020