Tari Rejang Ratu Segara Jadi Hak Cipta Bupati Tabanan, Bisa Dapat Royalti 10 Hingga 20 Persen

Salah satu contoh hak cipta yang sudah didaftarkan adalah karya seni tari yang diciptakan Bupati Tabanan, Tari Rejang Ratu Segara

Tari Rejang Ratu Segara Jadi Hak Cipta Bupati Tabanan, Bisa Dapat Royalti 10 Hingga 20 Persen
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Workshop - Suasana workshop tentang Hak Kekayaan Intelektual yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Jumat (6/9/2019). Tari Rejang Ratu Segara Jadi Hak Cipta Bupati Tabanan, Bisa Dapat Royalti 10 Hingga 20 Persen 

Tari Rejang Ratu Segara Jadi Hak Cipta Bupati Tabanan, Bisa Dapat Royalti 10 Hingga 20 Persen

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali menggelar workshop tentang Hak Kekayaan Intelektual di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Jumat (6/9/2019).

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Sutirah dan Dosen Kajian Budaya Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Nyoman Lodra.

Dalam pemaparannya, Sutirah menyampaikan, sejak tahun 2018 lalu sudah dibentuk sentra Kekayaan Intelektual (KI) di 9 kabupaten/kota se Bali.

Sebelumnya, Universitas Udayana lebih dulu telah membentuk sentra KI secara mandiri sehingga diharapkan masyarakat bisa mendaftar di sentra-sentra KI tersebut.

Di Denpasar sentra KI berada di Universitas Warmadewa, di Singaraja ada di Universitas Pendidikan Ganesha, di Badung ada di mal pelayanan publik, dan sisanya berada di Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten.

Sutirah mengungkapkan salah satu contoh hak cipta yang sudah didaftarkan adalah karya seni tari yang diciptakan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, kemudian ditampilkan di Pura Tanah Lot, yang dikenal sebagai Tari Rejang Ratu Segara.

“Pada saat ditampilkan itu, kami memberikan sertifikat hak cipta. Intinya hak cipta tarian itu sudah dimiliki Bupati Tabanan,” kata Sutirah.

Nantinya Bupati Eka berhak untuk mendapat royalti bilamana tarian tersebut ditampilkan di tempat lain yang diharuskan membayar tiket.

Hal tersebut berarti karya ciptaannya bisa menghasilkan nilai ekonomis dan dikomersialkan.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved