BREAKING NEWS Jenazah Brigadir Dewa Gede Alit Akan Dikremasi Besok
Kabar meninggalnya Brigadir polisi Dewa Gede Alit Wirayuda, memberikan duka mendalam bagi keluarga di Bali
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Sementara disinggung mengenai karakter anaknya, pensiunan Rutan Bangli tahun 2006 ini mengungkapkan, Dewa Gede Alit dikenal sebagai pribadi periang dan mudah bergaul.
Di satu sisi, ia juga tertutup dan jarang menceritakan permasalahannya kepada orang lain.
Oleh sebab itu, Dewa Anom Banjar mengaku kaget dengan kabar duka yang terkesan mendadak ini.
Namun, ia mengaku sudah ikhlas dengan kepergian pria 31 tahun itu.
"Namanya tugas jauh (merantau), dari awal saya sudah siap batin dan menyerahkan keselamatan anak saya pada Tuhan. Kalau saya dari keluarga sudah ikhlas menerima," ungkapnya.
Firasat berpulangnya Dewa Gede Anom dirasakan oleh bibinya yang bernama Dewa Ayu Oka Wigayani.
Dua hari sebelum kabar duka itu tersiar, wanita yang beralamat di Desa Bitera, Gianyar mengalami kejadian aneh, di mana tutup kapar berbahan kaca yang dia pegang dengan kedua tangannya, tiba-tiba jatuh dan pecah.
"Saat itu sedang memasak untuk perisapan upacara pernikahan keponakan di Gianyar. Ketika mengambil tutup kapar itu, tiba-tiba jatuh dan pecah. Padahal saya yakin sudah pegang dengan kedua tangan. Sempat ditanya suami kenapa bisa jatuh. Kala itu saya hanya menjawab tidak tahu. Tapi dalam hati rasanya sudah tidak enak, seperti ada firasat akan terjadi sesuatu. Ternyata dua hari setelahnya, yakni Kamis, ada kabar duka ini," ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menyiapkan-sarana-persembahyangan-upacara-brigadir-dewa-gede-alit.jpg)