Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ingin Bawa Durian Naik Pesawat? Ikuti Tips dari Pengusaha Durian Ini

Membawa durian masuk ke pesawat diperbolehkan dengan berbagai prosedur khusus

Kompas.com
(ilustrasi) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Durian merupakan buah eksotis yang tumbuh bertumbuh di kawasan Asia.

Pengemar durian sering menjadikan durian sebagai buah tangan untuk teman atau keluarga yang merupakan penyuka durian lainnya.

Hal itu terkadang mengharuskan durian yang memiliki bau yang sangat khas dan menyengat untuk masuk kabin pesawat bila dibawa lintas pulau bahkan negara.

Pihak maskapai memperbolehkan calon penumpangnya untuk masuk dan membawa durian.

Namun, kamu harus pastikan untuk membungkusnya dengan rapat agar tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

Kebiasaan Malas Ini Membuat Keuangan Berantakan Dan Sulit Menjadi Kaya Raya

Bukan Lemak yang Bikin Gemuk tapi Ini Penyebabnya

Membawa durian masuk ke pesawat diperbolehkan dengan berbagai prosedur khusus mulai pengangkutannya, standar kemasan, dan prosedur penanganan mulai di warehouse, penarikan ke pesawat, sampai dengan dimuat ke dalam compartment pesawat.

Hal itu menjadi kebijakan karena tidak semua orang suka bahkan tahan dengan bau durian.

Kamu wajib mengemas buah durian dengan rapi sampai tidak menimbulkan bau jika ingin tetap membawa durian sebagai oleh-oleh.

Pengemasan durian tersebut agar nantinya bau buah tidak merembes ke pesawat. Jika sudah tercium maka akan ditindaklanjuti.

Zainal Abidin pencetus ide pengemasan durian dari Kota Medan, Sumatera Utara, dari pemikiran yang teramat sederhana.

Zainal Abidin atau yang dikenal pemilik dari usaha Durian Ucok di Kota Medan.

Bisa Meningkatkan Kesuburan Wanita, Ini Manfaat Durian Bagi Kesehatan

Makan Durian Sebaiknya Jangan Berlebihan Karena Dampaknya Bisa Seperti Ini

Ucok sapaan akrabnya membagikan cara mengemas durian dengan rapi agar tidak terdeteksi di pesawat.

Pertama, kulit durian dibelah. Isi buah lalu dimasukkan ke kotak plastik.

Kotak yang sudah ditutup rapat kemudian dilakban rapat.

Sesudah itu, kotak tersebut dimasukkan ke plastik bening. Sekali lagi, kemasan itu dilakban lagi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved