Terapkan Gerakan Batik, Badung Telah Kurangi 921 Ton Plastik Per Tahun

Hingga akhir tahun 2017, timbunan sampah kantong plastik di Kabupaten Badung, Bali, mencapai 3,7 ton per hari atau sekitar 1.350,5 ton satu tahun

Terapkan Gerakan Batik, Badung Telah Kurangi 921 Ton Plastik Per Tahun
dok. humas KEMENPANRB
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa (tengah) saat Presentasi dan Wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Jakarta, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga akhir tahun 2017, timbunan sampah kantong plastik di Kabupaten Badung, Bali, mencapai 3,7 ton per hari atau sekitar 1.350,5 ton selama satu tahun.

Kondisi tersebut memerlukan upaya preventif untuk menekan timbunan sampah kantong plastik melalui pola 3R khususnya, reduce.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kemudian melahirkan inovasi Badung Anti Kantong Plastik atau BATIK, yang dilakukan dengan pendekatan budaya lokal Tri Hita Karana.

Dalam konsep Tri Hita Karana, ada yang disebut palemahan, yakni hubungan manusia dengan lingkungan.

Tri Hita Karana menjadi pondasi dan potensi untuk membangun komitmen bersama dalam pengurangan penggunaan kantong plastik.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa menjelaskan, Gerakan BATIK diikat oleh aturan adat.

Wujudkan Senyum Pelanggan, PLN Beri Sambungan Listrik Gratis

Sore Ini Timnas U-19 Indonesia Menjajal Keperkasaan Timnas Iran

“Dengan ini mereka sangat taat, patuh, dan mengikuti dengan baik. Mereka juga melakukan aksi secara bersama,” jelasnya dalam Presentasi dan Wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Menurutnya, gerakan berbasis masyarakat dengan aturan adat ini sangat efektif dalam mengurangi sampah plastik.

Sejak dilaksanakannya inovasi ini di seluruh wilayah Kabupaten Badung, telah mengurangi penggunaan dan menekan timbunan sampah kantong plastik sebanyak kurang lebih 115.171.370 kantong per tahun, atau kurang lebih 921 ton dengan total objek sasaran atau lokasi sebanyak 11.122 unit.

Pelaksanaan inovasi ini melibatkan berbagai stakeholder seperti Lembaga Adat, Masyarakat Adat, Majelis Madya Desa adat , Majelis Adat Desa adat, serta komunitas-komunitas yang tergabung didalam Generasi Anti Kantong Plastik (GENETIK).

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved