UPDATE Rencana Bandara Bali Utara, Jalur ke Bandara akan Diusulkan dari Arah Bangli
Agus Suradnyana dikonfirmasi Jumat (6/9/2019) mengatakan, undangan dari Kementerian Perhubungan itu telah ia terima.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana diundang oleh Kementerian Perhubungan ke Jakarta pada Senin (9/9/2019) mendatang.
Keduanya diundang untuk membahas rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Agus Suradnyana dikonfirmasi Jumat (6/9/2019) mengatakan, undangan dari Kementerian Perhubungan itu telah ia terima.
Adapun rapat nanti akan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.
• UPDATE Rencana Pembangunan Bandara Bali Utara, Butuh Lahan 400 Hektare, Lokasi Ini Ditinjau
Dalam pertemuan nanti, selain mendesak agar kementrian segera mengeluarkan penetapan lokasi (penlok), Agus Suradnyana juga telah mempersiapkan sejumlah usulan.
Salah satunya masalah aksesibilitas menuju ke lokasi bandara di wilayah Kecamatan Kubutambahan.
"Saya akan usulkan bersama gubernur agar ini harus berbarengan, pararel dengan aksesibilitas ke bandara dari selatan. Biar bandara ini tidak mubazir. Kalau mengandalkan shortcut (Singaraja-Denpasar) saja tidak mungkin mampu. Dari sisi proyeksi pertumbuhannya tidak mungkin, karena akan drastis meningkat proyeksi-proyeksi," katanya.
Terkait masalah aksesibilitas, pria yang akrab disapa PAS ini mengaku telah memiliki gambaran.
Menurut Agus Suradnyana, jalur yang paling pas untuk menuju ke bandara di Kubutambahan yakni dari arah Kabupaten Bangli.
"Dari Bangli itu lurus ke atas, lalu ke kiri di bawah Pura Batur, tembus sampai ke Desa Dausa, Kecamatan Kintamani, lalu tembus di Kubutambahan langsung. Itu alternatif paling bagus, dan tidak menganggu Pura Batur. Ini akan saya usulkan dan akan segera dikaji jalur itu," jelasnya.
Sebelumnya pihak konsorsium yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), dan Perusahaan Daerah (Perusada) Provinsi Bali telah melakukan Feasibility Study (FS).
Berdasarkan kajian pihak konsorsium, total lahan yang diperlukan untuk membangun Bandara Bali Utara seluas 400 hektare.
Selanjutnya, Kamis (5/9/2019), Kementerian Perhubungan melakukan peninjauan rencana lokasi pembangunan bandara.
Ada dua wilayah yang dikunjungi oleh tim Kemenhub yakni Desa Bukti dan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.
Tim Evaluasi yang dipimpin Febi Oki Wahyudi pertama melakukan peninjauan di Dusun Sanih, Desa Bukti, atau lebih tepatnya di sekitar Home Stay Papaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-buleleng-putu-agus-suradnyana22.jpg)