Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Angkat Tema Ibu Rupa Batuan, 76 Karya Seniman Dipamerkan di Bentara Budaya Bali 

Seniman lukis dan topeng Batuan lintas generasi berpameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB).

Bentara Budaya Bali
Salah satu karya yang dipamerkan dalam Ibu Rupa Batuan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seniman lukis dan topeng Batuan lintas generasi berpameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB).

Pameran bertajuk “Ibu Rupa Batuan” ini adalah bentuk penghormatan terhadap ibu. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Adnyana, pada Minggu (8/9/2019), pukul 18.30 Wita di BBB.

Kurator pameran, Wayan Jengki Sunarta, mengungkapkan eksibisi ini menampilkan 76 karya seniman.

Terdiri atas 52 karya seni lukis dan 24 karya seni topeng buah cipta generasi pendahulu hingga yang terkini.

Dari perbedaan generasi tersebut, tecermin bagaimana perkembangan serta pertumbuhan seni lukis dan topeng di Desa Batuan.

Terkait tema pameran, Wayan Jengki Sunarta menjelaskan, Ibu Rupa Batuan merujuk pada konteks harfiah sekaligus filosofis.

Bekali Mahasiswa dengan Menulis Ekspresif, Pelatihan Jurnalistik Digelar FKH Unud

Tercatat 11.659 Pelari Ikuti Maybank Marathon Bali 2019 

“Ibu” menjadi metafora atau simbolisasi terkait spirit penciptaan, olah batin, untuk menghasilkan suatu karya yang memesona dan membuka ruang renung bagi khalayak pecinta seni.

“Ibu adalah kosa kata yang sangat akrab dengan kehidupan kita. Secara biologis, ibu adalah sosok yang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan kita. Ikatan batin antara ibu dan anak adalah suatu keniscayaan yang tidak luntur digerus waktu. Ibu bisa juga dimaknai sebagai suatu pusat, ikatan, atau muasal. Pada tataran yang lebih luas, bumi (tanah dan air) sering disebut “ibu pertiwi” di mana setiap penghuninya saling terhubung dalam satu kesatuan kosmologi,” ungkapnya.

Sebagai wilayah budaya, Desa Batuan bisa disebut ibu yang melahirkan dan memelihara aneka ragam kesenian yang bisa dinikmati hingga kini.

Selain seni lukis, di Batuan juga lahir seni pahat topeng, ukiran, dan dramatari Gambuh.

Bahkan seni lukis tradisional gaya Batuan telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2018.

Nikmati Kuliner, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji Apresiasi Capaian Pengembangan Banyuwangi

Peduli Lingkungan, PT Asuransi Wahana Tata  Bersih-Bersih Sampah Plastik

Peserta pameran ini tergabung dalam Perkumpulan Pelukis Baturulangun, Batuan.

Adapun generasi tertua adalah Ida Bagus Made Widja (1912-1992), Ida Bagus Made Togog (1913-1989), Nyoman Ngendon (1920-1947), I Made Djata (1920-2001). Sementara generasi termuda adalah I Wayan Aris Sarmanta (1995).

Para seniman lain yang karya lukisannya turut dipamerkan diantaranya: Ketut Tomblos (1922-2009), Wayan Punduh (1923-2011), Wayan Regug (1927-), Dewa Kompyang Pasek (1928-2009), I Wayan Taweng (1929-2004), I Wayan Kabetan (1931-2006), Mangku Made Budi (1932-2017), Mangku Nyoman Barak (1935-2009), Made Tubuh (1942), I Ketut Manggi (1942), I Wayan Rajin (1945-2000), Ketut Reta (1949), I Wayan Bendi (1950), I Ketut Murtika (1952), Ida Bagus Asta (1954), Gusti Ngurah Muryasa (1958), I Wayan Warsika (1959), Ketut Suarnawa (1959), Dewa Putu Arsania (1960).

I Made Nyana (1960), I Made Renanta (1962), I Wayan Malik (1963), Gusti Ayu Natih Arimini (1963), I Made Sujendra (1964), Dewa Ketut Tilem (1965), I Nyoman Toyo (1966), I Nyoman Marcono (1966), Nyoman Sudarsana (1966), I Ketut Sadia (1966), Pande Made Martin (1967), I Nyoman Kastawa (1970), I Ketut Balik Parwata (1971), Ida Bagus Putu Padma (1972), I Wayan Dana Wirawan (1974), I Nyoman Selamet (1974), Dewa Nyoman Martana (1976), I Wayan Diana (1977), I Nyoman Sudirga (1979), I Made Griyawan (1979), I Made Karyana (1981), Dewa Made Virayuga (1981), I Gede Widyantara (1984), I Wayan Eka Mahardika Suamba (1985), Nyoman Nurbawa, Gusti Ngurah Agung, Ida Bagus Ketut Karunia, Wayan Win, I Made Suteja.

Mengenal Lili, Wanita Tangguh Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar

Berlibur ke Danau Tamblingan, Ada Kemping Ground, Perahu Jukung dan Panorama Unik Ini

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved