P3AP2KB Kota Denpasar Catat Terjadi Pernikahan Dini Sebesar 0,02 Persen di Kota Denpasar

Indonesia menempati posisi ke-2 di ASEAN dan ke-7 di dunia sebagai negara dengan angka pernikahan anak paling tinggi.

P3AP2KB Kota Denpasar Catat Terjadi Pernikahan Dini Sebesar 0,02 Persen di Kota Denpasar
Tribun Kaltim
Ilustrasi pernikahan dini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam siaran persnya menyebutkan Indonesia menempati posisi ke-2 di ASEAN dan ke-7 di dunia sebagai negara dengan angka pernikahan anak paling tinggi.

Pernyataan tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun (11%) menikah pada usia anak.

Lalu apakah Kota Denpasar masih ada pernikahan dini?

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar, I Gusti Laksmi Dharmayanti mengatakan pernikahan dini masih terjadi di Kota Denpasar.

Namun, angka pernikahan dini di Kota Denpasar hanya 0,02 persen.

Hari ke 13 Ops Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar Temukan 85 Pelanggar

Termasuk di Blank Spot, Desa di Nusa Penida Akan Dipasangi Internet 2020 Nanti

"Ada. Di Denpasar sendiri nilainya sangat kecil hanya 0.02 persen. Dan itu pun bukan orang asli Denpasar," ungkapnya, Selasa (10/9/2019).

Laksmi Dharmayanti menyebutkan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan pernikahan dini dengan menggandeng anak-anak maupun seka teruna-teruni untuk terlibat dalam forum anak, duta genre, dan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

"Karena apapun itu. Kalau dini kan secara mental dan fisik belum siap. Di samping itu karena mereka masih berkewajiban menuntut ilmu. Jadi belum siap dibebani tanggung jawab berkeluarga," jelasnya.

Namun, saat ditanya faktor penyebab utama pernikahan dini apakah karena pergaulan bebas dan hamil di luar nikah, Laksmi Dharmayanti hanya melemparkan senyuman.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved