Kabar Duka, Ida Pedanda Nabe Gede Putra Telabah Tutup Usia, Begini Pesannya untuk Para Cucu
Suasana duka terasa di Griya Pasraman Telabah yang terletak di Jalan Gunung Salak, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Ida Nabe pernah meminta kepada istrinya agar diupacarai secara sederhana jika meninggal dunia.
Meski tak terlalu besar, Ida Nabe Istri mengatakan upacara tetap dilaksanakan dengan tingkatan lebih tinggi yakni Sawa Wedana.
Suasana duka terasa di Griya Pasraman Telabah yang terletak di Jalan Gunung Salak, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Dua orang pendeta bercengkrama di teras "gedong" utara bersama beberapa orang lainnya.
Tak lama berselang, dari sebuah ruangan di "bale delod", muncul Ida Pedanda Nabe Istri Mayun (79).
Dia pun bercerita kepada Tribun Bali ihwal suaminya Ida Pedanda Nabe Gede Putra Telabah (82) yang telah menyatu dengan Sang Brahman.
Ida Nabe Istri mengatakan, suaminya yang memiliki nama "walaka" Prof. Dr. Ida Bagus Ngurah Narendra, M.PH, DR.PH meninggal dunia, Senin (9/9) sekitar pukul 17.00 Wita.
Sebelum meninggal, ia mendengar embusan napas suaminya menderu.
Sejenak Ida Nabe berteriak kecil lalu berpulang. Sesaat ia merasa belum percaya suaminya meninggal.
Ida Nabe Istri berharap suaminya masih merayakan ulang tahun pada 28 November mendatang.
Ida Nabe Istri mengakui suaminya menderita penyakit di antaranya tumor paru-paru dan prostat.
Sekitar 10 tahun lalu, Ida Nabe alami batuk-batuk cukup parah. Dia dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan dan dinyatakan sembuh.
Selain pengobatan medis, Ida Nabe mengonsumsi obat herbal.
"Dia tidak merokok (tapi) perokok pasif," tutur Ida Nabe Istri.
Setahun yang lalu kondisi tubuh Ida Nabe mulai menurun karena penyakit prostat yang dideritanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-nabe-gede-putra-telabah.jpg)