Pengakuan Petugas Kebersihan Soal Sampah Pemablut, dari Tong Sampang Rumahan Hingga TPA
Lalu, pernahkah terbersit di dalam benak kita kemana dan diapakan sampah-sampah pembalut setelah kita buang ke tong sampah rumah kita?
Penulis: Noviana Windri | Editor: Rizki Laelani
Pengakuan Petugas Kebersihan Soal Sampah Pemablut, dari Tong Sampang Rumahan Hingga TPA
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini banyak wanita masih menggunakan pembalut sekali pakai dari bahan yang tidak mudah terurai.
Sadarkah kita, bahwa sampah pembalut wanita sekali pakai juga berdampak buruh terhadap lingkungan?
Lalu, pernahkah terbersit di dalam benak kita kemana dan diapakan sampah-sampah pembalut setelah kita buang ke tong sampah rumah kita?
Kepala Bidang Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, Ketut Adi Wiguna menuturkan kota Denpasar sendiri menyumbang 800 ton sampah per hari.
Dengan rincian 70 persen sampah organik, dan 30 persen sampah anorganik.
• Pengakuan Sejumlah Remaja Wanita di Denpasar, Seberapa Sering Mengganti Pembalut Saat Menstruasi
• Razia di Renon, Begini Tindakan Polwan Saat yang Ditilang Menangis
• Tanggapan Bupati Soal Menu Makan Atlet Porprov Kontingen Gianyar, Bandingkan dengan Kabupaten Lain
• Kisah Jatuh Bangun Peternak Lele Gede Munila di Banjar Banjar Umadesa yang Mulai Usaha Sejak 2007
"Kalau khusus sampah pembalut tidak ada datanya. Karena masuk ke sampah anorganik. Sementara di Bali belum ada penanganan khusus sampah pembalut. Dan masih dicampur dengan sampah,sampah anorganik lainnya," tuturnya.
Tribun-Bali.com mencoba menelusuri 1 dari 14 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Denpasar yakni TPS Sidakarya.
Seorang petugas kebersihan, Suparman yang telah bekerja selama 10 tahun di TPS Sidakarya sebagai petugas pengangkut sampah dari rumah ke rumah.
Ia menceritakan hampir setiap harinya ia menemukan sampah pembalut wanita dari tong-tong sampah rumahan.
"Banyak. Bukan pernah lagi, Mbak. Tiap hari pasti nemuin itu (pembalut)," ungkapnya.
Meskipun pada awalnya merasa jijik, namun seiring berjalannya waktu Suparman sudah terbiasa menemukan sampah pembalut.
Bahkan, tak jarang ia menemukan pembalut yang masih terdapat darah.
Meski tak sedap dipandang, mau tak mau Suparman dan petugas kebersihan lainnya harus tetap menanganinya.
"Kebanyakan yang masih ada darahnya, Mbak. Kalau sampah seperti ini sudah tidak bisa dipilah. Ya dicampur dengan sampah anorganik rumah tangga lainnya," tuturnya.
• Mendiang BJ Habibie Terdaftar Sebagai Pendonor Mata, Ini Penjelasan Ketua Bank Mata pada 2016
• Rekam Medis Mendiang BJ Habibie Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia Pada Rabu Pukul 18.05 WIB
• Cucu BJ Habibie: Eyang, Sampai Jumpa di Keabadian
• BREAKING NEWS! Presiden ke-3 BJ Habibie Tutup Usia di Usia 83 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/para-petugas-kebersihan-membersihkan-tps-di-tps-sidakarya.jpg)