Kisah Suparman, Petugas Kebersihan TPS Sidakarya Yang Sering Makan Omelan Warga

Dengan gaji Rp 1,5 juta setiap bulannya, ia mengaku cukup untuk menghidupi keluarganya.

Kisah Suparman, Petugas Kebersihan TPS Sidakarya Yang Sering Makan Omelan Warga
Tribun Bali / Noviana Windri
Suparman, salah satu petugas kebersihan saat ditemui di depo transit TPS Sidakarya, Sesetan, Denpasar, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melihat sampah menumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap memang menyebalkan.

Terlebih ketika mencium bau tak sedap yang menyengat dari tumpukan sampah ketika melintasi TPS atau TPA di sudut-sudut kota.

Pastinya kita akan menggerutu, mengeluh atau bahkan mencaci maki sumber bau yang tercium tersebut.

Lalu, pernahkah kita sejenak membayangkan bagaimana para petugas kebersihan menggantungkan hidupnya dari sampah yang makin hari makin menggunung dan bau menyengat yang tak terbendung?

Suparman, salah satu orang yang menggantungkan hidupnya dari sampah menceritakan kisahnya kepada Tribun Bali, Rabu (11/9/2019).

Ia adalah salah satu petugas di depo transit TPS Sidakarya, Sesetan, Denpasar, Bali.

Meski sebagian besar orang menganggap kotor dan menjadi sarang penyakit, namun kenyataannya sudah 10 tahun ia bergulat dengan tumpukan sampah.

"Gajinya lebih lumayan daripada saat saya kerja buruh bangunan di proyek," ungkapnya.

Di depo transit TPS Sidakarya, lelaki asal Banyuwangi ini bertugas mengangkut sampah dari rumah ke rumah mulai pukul 06.00-12.00 Wita.

Dengan gaji Rp 1,5 juta setiap bulannya, ia mengaku cukup untuk menghidupi keluarganya.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved