Kisah Suparman, Petugas Kebersihan TPS Sidakarya Yang Sering Makan Omelan Warga
Dengan gaji Rp 1,5 juta setiap bulannya, ia mengaku cukup untuk menghidupi keluarganya.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Eviera Paramita Sandi
"Hampir tiap hari makan omelan, Mbak. Kalau masyarakatnya nggak sabaran. Kadang langsung main lapor ke kantor tanpa tanya alasan.
Kami yang di bawah ini langsung dimarahi oleh atasan. Sedih ya sedih. Tapi mau gimana lagi. Namanya orang kerja pasti punya risiko," ceritanya.
Selain itu, Suparman juga mengaku sering diremehkan orang dengan pekerjaannya.
"Ada saja yang meremehkan. Banyak yang meremehkan orang yang kerja di sampah. Katanya jorok dan bau kalau dekat-dekat," katanya.
Kendala terbesar dalam bekerja diungkapkannya adalah ketika musim hujan.
Bisa ataupun tidak bisa, ia harus tetap bekerja mengangkut sampah dari rumah ke rumah.
Jika telat sehari, masyarakat akan mengatakan sampah menumpuk seperti tak diangkut selama sebulan.
Bahkan, tak jarang menggunakan alasan telah membayar untuk dijadikan senjata untuk memarahi petugas kebersihan.
Tidak hanya Suparman, beberapa petugas kebersihan pun juga mengatakan hal yang sama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tps-sidakarya.jpg)