Dijual Dagingnya Bukan Sapi Hidup, Dirjen PKH Harapkan Ada Bali Beef
Begitu juga kalau ada yang sapi mati, harus ada foto bangkainya dan harus ada BAP nya yang menjelaskan bahwa sapi itu benar mati
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menyampaikan sudah saatnya Bali mengarah pada peternakan pedet, yaitu mengarah pada sistem peternakan modern dalam rangka mensejahterakan peternak Bali.
• Hutan Jati 10 Are di Jembrana Terbakar, Sudah Tujuh Kebakaran Terjadi di Bulan September
• Ahli Nutrisi Ini Paparkan 9 Hal yang Membuat Orang Gagal Turunkan Berat Badan
Berdasarkan data yang dimilikinya, memang terjadi penyempitan dan alih fungsi lahan di Bali hampir sekitar 900 hektare per tahun.
Namun, menurut Mardiana, dari sisi peternakan tidak saja bergantung pada lahan, tetapi bagaimana dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi.
“Walaupun lahannya sempit, kita bisa beternak dengan menggunakan teknologi melalui proses pengolahan pakan, fermentasi pakan,” terangnya.
Mengenai saran Dirjen PKH agar yang dijual sebaiknya daging sapi bukan sapi hidup, Mardiana menanggapi bahwa sementara ini pelaku usaha di Bali belum mampu menjual daging karena Jakarta belum mau menerima dalam bentuk daging beku, konsumen hanya mau menerima sapi hidup.
“Kami sudah melakukan penjajagan sejak dua tahun lalu namun para pelaku usaha di Jakarta tidak menginginkannya (daging sapi beku),” imbuhnya.
• TRIBUN WIKI - Terdapat Senjata Bhatara Wisnu, Ini Arti Lambang Kodam IX/Udayana
• Bocah 3 Tahun Ini Meninggal Seusai Makan Nasi Goreng PM-TAS Dari Sekolah Kakaknya
Sapi potong yang masih hidup dijual kebanyakan untuk hewan kurban yang digunakan pada hari raya besar keagamaan.
Sambungnya, permintaan sapi Bali selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Maka dari itu pihaknya berupaya melakukan kontrol, karena kalau permintaan itu terus dituruti maka sapi Bali bisa habis. Sehingga penjualannya diatur berdasarkan dinamika populasi sapi Bali yang ada.
Mardiana menyebut bantuan sapi yang diberikan Dirjen PKH Kementan akan dialokasikan di 7 Kabupaten se Bali.
Selain itu, bantuan babi 200 ekor, diberikan 100 ekor untuk Bangli dan 100 ekor untuk 5 Kabupaten lainnya. Dan bantuan mobil Puskeswan diberikan ke Kabupaten Badung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengunjung-melihat-sapi-bali-pada-kontes-ternak-dan-panen-pedet.jpg)