Resmi Jadi Pedanda, Pedanda Gede Made Rai Keniten Siap Ayomi Umat

Makin mampu kita mengatasi permasalahan, maka makin nikmat kenikmatan yang kita rasakan," kata Pedanda Gede Made Rai Keniten (72)

Resmi Jadi Pedanda, Pedanda Gede Made Rai Keniten Siap Ayomi Umat
Tribun Bali/M. Firdian Sani
Pedanda Gede Made Rai Keniten (72) saat ditemui Tribun Bali dalam kediamannya di Griya Gede Tegal Jinga, Sabtu (14/09/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR "Makin mampu kita mengatasi permasalahan, maka makin nikmat kenikmatan yang kita rasakan," kata Pedanda Gede Made Rai Keniten (72) yang kini sudah resmi menjadi seorang pedanda atau pendeta pada Sabtu (14/09/2019).

Ia adalah anak didik dari Nabe Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Griya Aan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.

Pedanda Gede Made Rai Keniten diresmikan jadi pedanda di kediamannya di Griya Gede Tegal Jinga, Jalan Kecubung, Denpasar, Bali.

Ia mengaku siap 100 persen mengayomi umat dan menjadi panutan.

Ditemui Tribun Bali saat selesai upacara mediksa, ia mengungkapkan perasaannya seusai melewati serangkaian acara yang membawa dirinya seperti suci seperti terlahir kembali.

"Perasaan lebih tenang, tapi gangguan pasti ada," ujarnya.

3 Film Ini Berhasil Lolos Seleksi 3 Besar Komite Oscar 2019

Hilang 21 Tahun, Mobil Berisi Kerangka William Moldt Ditemukan Tenggelam di Kolam Berkat Google Maps

Di dalam proses menjadi pedanda, pedanda keturunan keniten ini menjelaskan prosesnya dalam perjalanannya menjadi pedanda.

"Pertama-tama siwa suasana atau tata krama mengubah pola pikir dari adharma (keburukan) menjadi dharma (kebaikan). Setelah itu ada metirta yatra atau mengunjungi tempat tempat suci, meminta restu dan dengan mengunjungi tempat tersebut akan ada memori yang setidaknya memengaruhi batin. Selanjutnya itu kita belajar. Belajar itu juga seperti disekolah ada tingkatannya seperti SD, SMP sampai perguruan tinggi. Idiyasa itu ada wirama atau belajar membaca, dan wirasa belajar merasakan apa yang dibaca, ada wiraga mempraktikkan apa yang dipelajari," jelasnya.

Ia juga mengatakan akan ada perubahan pola kehidupan yang ia jalani jika dibanding sebelum menjadi pedanda, misalnya perubahan nama, pakaian, dan soal makanan. Ia tidak boleh makan sembarangan.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved