Chat Belajar Bareng Berujung Maut, Ini Perjalanan Kasus Kodok dan Tewasnya Mahasiswi Undiksha

Pembunuh mahasiswi semester IV, Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika

Chat Belajar Bareng Berujung Maut, Ini Perjalanan Kasus Kodok dan Tewasnya Mahasiswi Undiksha
KOLASE TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Rekonstruksi pembunuhan Mahasiswi Undiksha Singaraja, Bali, Rabu (1/5/2019). Terdakwa Kadek Indra Jaya alias Kodok saat menjalani sidang putusan di ruang Kartika Pengadilan Negeri Singaraja, Selasa (17/9/2019). 

Chat Belajar Bareng Berujung Maut, Ini Perjalanan Kasus Kodok dan Tewasnya Mahasiswi Undiksha

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pembunuh mahasiswi semester IV, Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika (20), Kadek Indra Jaya alias Kodok (21) divonis hukuman penjara selama 14 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Singaraja, Selasa (17/9/2019).

Dalam vonis ini Kodok (21), tak akan banding dan menerima dengan vonis hakim tersebut.

Berikut adalah perjalanan kasus pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika oleh kekasihnya sendiri, Kadek Indra Jaya alias Kodok.

1. Ditemukan Membusuk di Dalam Kamar Kos

Foto korban semasa hidup.  Suasana tempat kos korban Made Ayu Serli Mahardika Jalan Wijaya Kusuma, Buleleng, Kamis (11/4/2019).
Foto korban semasa hidup. Suasana tempat kos korban Made Ayu Serli Mahardika Jalan Wijaya Kusuma, Buleleng, Kamis (11/4/2019). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani/ist)

Seorang mahasiswi Undiksha Singaraja, Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20, ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya kawasan Jalan Wijaya Kusuma Gang IV Nomor 1 Singaraja, Kamis (11/4/2019) siang pukul 13.00 Wita.

Mahasiswi yang notabene putri dari Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Baturiti, Tabanan, I Nyoman Suastika, ini diduga tewas dibunuh pacarnya.

Korban Ni Made Ayu Serli Mahardika, yang merupakan mahasiswi Semester IV Jurusan Pendidikan Fisika Undiksha Singaraja, ditemukan tewas tergeletak di kamar kosnya dalam kondisi mengenaskan. Kepala korban dalam kondisi bengkak dan berair, mata (maaf) melotot, lidah menjulur, dan kulit tubuh sudah mengelupas. Jenazah korban mengeluarkan bau busuk.

Pengungkapan kematian tragis mahasiswi cantik asal Banjar Senganan Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan ini bermula saat teman-teman kuliahnya kehilangan kontak dengannya. Mereka pun mulai panik dan berusaha mencarinya. Maklum, korban menjadi ketua panitia kegiatan pelatuhan di kampus.

Korban Made Ayu Serli dketahui terakhir kali datang ke kampus dan menjalani kuliah, Senin (8/4) pagi. Sedangkan teman-temannya sesama panitia kegiatan pelatihan di kampus terakhir kali berkomunikasi via WA dengan korban Ayu Serli, Senin malam pukul 19.30 Wita. Setelah itu, Ayu Serli menghilang bak ditelan bumi.

Sehari berikutnya, teman-temannya berusaha mencari Ayu Serli di tempat kosnya, Jalan Wijaya Kusuma Gang IV Nomor 1 Singaraja, yang berlokasi di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Saat itu, motor Honda Scoppy warna cream DK 2495 HC dan helm milik korban masih terparkir di garase kos-kosan. Tapi, saat pintu kamar kos korban di Lantai II digedor-gedor, tak ada sahutan.

Halaman
1234
Penulis: Rizki Laelani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved