Dishub Badung Akan Kaji Pemasangan Pembatas Jalan di Tukad Ngongkong
Disbub akan mengkaji secara teknis pemasangan pengaman jalan di seputaran Tukad Ngongkong
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Diberitakan sebelumnya, Desa Adat Angantiga menghaturkan pakelem alit lan ngaku agem di kawaan Tukad Ngongkong, Petang, Badung, Bali, Kamis (19/9/2019) lalu.
Upacara secara niskala itu dilaksanakan lantaran sering terjadinya percobaan bunuh diri, atau orang jatuh di Tukad Ngongkong.
Namun menurut, Perbekel Petang, Wayan Suryantara, disamping memperhatikan sisi niskala, secara sekala menurutnya perlu dipasang pembatas jalan alias guardrail.
Mengingat kondisi kawasan tersebut yang cukup rawan kecelakaan.
Jalan yang menikung, kawasan hutan, plus sungai yang cukup dalam bisa membahayakan pengendara atau warga yang melintas.
“Jadi kalau niskalanya dilaksanakan upacara, secara fisik perlu guardrail. Sehingga lebih aman bagi warga,” katanya.
Suryantara pun berharap Pemkab Badung bisa membantu, baik ritual yang dilaksanakan oleh desa adat dan pemasangan guardrail. Sebab, tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.
“Tentu kami berharap Bapak Bupati nanti bisa membantu, ini juga untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Badung,” harapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ritual-pekelem-dan-ngaku-agem-di-tukad-ngongkong.jpg)