Penabuh Keracunan Makanan, Desa Penatih Batal Ikut Lomba Baleganjur
I Kadek Sutrisna terbaring lemah di Rumah Sakit Dharma Yadnya, Jumat (20/9/2019).
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Kadek Sutrisna terbaring lemah di Rumah Sakit Dharma Yadnya, Jumat (20/9/2019).
Ia keracunan makanan saat melakukan gladi bersih untuk lomba Baleganjur Buala Culture Festival 2019 di lapangan ex Tragia Nusa Dua pada Kamis hingga Jumat.
"Saya gladi jam 8 malam hari Kamis, lalu dikasih makan jam 3 pagi hari Jumatnya," ujarnya pelan.
Setelah beberapa jam, tepatnya pada pukul 14.00 Wita, ia mengaku diare, lemas, disertai pusing.
"Banyak juga temen-temen yang keracunan, bukan cuma saya aja," ungkapnya.
Mahasiswa UNUD jurusan Hukum ini mengaku hanya ada dua orang temannya yang tidak keracunan.
"Ada dua teman saya yang gak kena, satu karena gak makan, satunya lagi karena gak makan telur yang ada di nasi jinggonya," katanya.
• Dibekali 4 Kecerdasan, Undiknas Lepas 191 Wisudawan Wisudawati ke-83
• Wanita Hamil Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Kepala Bayi Sudah Keluar
Awalnya, Ia tidak merasa curiga namun karena kondisi lapar ia dengan lahap memakan nasi tersebut hingga habis.
Tribun Bali menghubungi Drs. I Gusti Ngurah Bagus Mataram selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar untuk meminta keterangan.
Ia mengaku masih menunggu tim kesehatan untuk hasil pengujian makanan yang dicurigai menjadi penyebab dari keracunan ini.
''Kita menunjuk rekanan untuk memenuhi konsumsi seniman kita, dan kebetulan ada musibah ini. Kita sudah cek sampel makanannya di BPOM dan kita masih menunggu penyebabnya, apakah dagingnya, atau telurnya. Jadi kita harus nunggu dulu hasilnya,"
• Waspada! Bahaya Makan Telur Mentah dan Setengah Matang Bagi Ibu Hamil
• Ibu Muda Ini Lahirkan Bayi Kembar 4, Sempat Tidak Percaya
Saat itu, Kadek Sutrisna didampingi ayah kandungnya, I Wayan Sana selaku Bendesa Adat Penatih.
Wayan Sana menuturkan, Desa Penatih terpaksa harus batal mengikuti lomba balaganjur lantaran hampir semua penabuhnya keracunan.
"Jumlah penabuhnya sekitar 35 orang, dan semua gak bisa ikut. Ya karena keadaan gini mereka gak mampu buat ikut. Padahal latihannya memakan waktu 3 bulan dan biaya udah keluar banyak, 50 juta. Mereka sangat marah dan kecewa, ya mau gimana lagi ini musibah dan enggak ada penggantinya mereka," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-kadek-sutrisna-terbaring-lemah-karena-keracunan.jpg)