BREAKING NEWS: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ketut Sudikerta, 'Saya Akan Buktikan dalam Persidangan'

BREAKING NEWS: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ketut Sudikerta, 'Saya Akan Buktikan dalam Persidangan'

BREAKING NEWS: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ketut Sudikerta, 'Saya Akan Buktikan dalam Persidangan'
Tribun Bali/Rizal Fanany
Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta menjalani proses pelimpahan tahap ll di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Denpasar, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang dengan terdakwa I Ketut Sudikerta, I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (26/9/2019) siang.

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, pemalsuan surat, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp 150 miliar itu kali ini diisi dengan agenda tanggapan majelis atas nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh pihak Sudikerta beberapa waktu sebelumnya.

Dalam pembacaan tanggapannya, majelis hakim menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan pihak Sudikerta tersebut.

Meski ditolak, ditemui awak media usai persidangan berlangsung, Sudikerta mengaku bahwa pihaknya akan membuktikannya lewat fakta persidangan.

"Kita buktikan di fakta persidangan itulah kita harus menghormati hukum nantinya," kata dia.

"Yang jelas kasus ini ya, dulu kenapa saya tidak berbicara karena saya ditekan sehingga lebih bagus saya diam, sekarang kesempatan saya untuk berbicara," imbuhnya.

Sudikerta mengklaim, kasus ini bermula karena Presiden Komisaris Maspion Grup Henry Kaunang datang ke rumahnya bersama Wayan Santoso pada tahun 2013.

"Jadi bukan saya yang mengajak dan mencari dia. Jadi dia yang datang mengajak kita untuk membangun usaha berinvestasi di Bali, jelas jangan sampai dibohongi," ujarnya.

Sudikerta juga membantah terkait dirinya sebagai bagian dari PT. Pecatu Gemilang.

"Saya tidak sebagai apa-apa di sana," jelasnya.

Namun ia mengatakan bahwa PT Pecatu Gemilang memiliki uang sah berdasarkan hasil penjualan 55 persen sahamnya kepada PT Marindo Investama.

"55 persen itu kami jual kepada PT Marindo Investama," kata dia.

Diakui olehnya bahwa pada PT Pecatu Gemilang terdapat nama istrinya.

Saat itu, diajak untuk berinvestasi oleh Presiden Komisaris Maspion Grup Henry Kaunang bersama Wayan Santoso sehingga PT Pecatu Gemilangnya tersebut ikut bergabung.

"Jadi dia yang mengurus itu semua, dari PT kami dipakai, sampai pada HGB (Hak Guna Bangunan) sampai akte kerjasama, sampai pada penggadaian peminjaman di bank itu dari Maspion Group," tuturnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved