PHRI Bantah Dinilai Kamuflase, Berharap Tarif PDAM Lebih Murah

Besarnya penggunaan air dan perbandingan tarif PDAM dengan pajak ABT, menyebabkan perusahaan komersial lebih banyak menggunakan ABT

PHRI Bantah Dinilai Kamuflase, Berharap Tarif PDAM Lebih Murah
surya
Ilustrasi air PDAM - PHRI Bantah Dinilai Kamuflase, Berharap Tarif PDAM Lebih Murah 

PHRI Bantah Dinilai Kamuflase, Berharap Tarif PDAM Lebih Murah

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar, tidak menampik selama ini menggunakan air bawah tanah (ABT), untuk memenuhi kebutuhan airnya.

Namun mereka tidak menyetujui adanya statement bahwa hotel dan restoran menjadi pelanggan PDAM Gianyar hanya sebuah kamuflase.

Sama seperti penggunaan genset dan PLN, mereka juga menggunakan ABT sebagai cadangan saat terjadi permasalahan pada pelayanan PDAM.

Namun di balik itu, besarnya penggunaan air dan perbandingan tarif PDAM dengan pajak ABT, menyebabkan perusahaan komersial lebih banyak menggunakan ABT.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, pajak ABT hanya sekitar Rp 3.500 per kubik, sementara harga air PDAM Gianyar Rp 13.000 per kubik.

Jika pemerintah meminta para pengusaha lebih fokus menggunakan air PDAM, mereka berharap mendapatkan keringanan tarif dibandingkan tarif rumah tangga.

Ketua PHRI Gianyar, Pande Adit, Minggu (29/9/2019), mengatakan, penggunaan ABT di kalangan hotel dan restoran merupakan langkah dalam mengantisipasi permasalahan air.

Pihaknya tidak menilai pelayanan PDAM kurang bagus, tapi justru sebaliknya.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa hanya membebankan kebutuhan air pada perusahaan daerah.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved