Fakta Temuan Jasad Membusuk di Laut Pengambengan, Sempat Dikira Nelayan yang Hilang

Kini, jasad yang diketahui bernama Moh Zainudin (28) asal Umbulsari Jember Jawa Timur, sudah dibawa pulang anggota keluarganya.

Fakta Temuan Jasad Membusuk di Laut Pengambengan, Sempat Dikira Nelayan yang Hilang
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
Kondisi mayat dan foto kamar jenazah RSUD Negara, Selasa (1/10/2019) 

Fakta Temuan Jasad Membusuk di Laut Pengambengan, Sempat Dikira Nelayan yang Hilang

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Jasad pria yang ditemukan nelayan di Perairan Pengambengan pada Selasa (1/10/2019), akhirnya teridentifikasi.

Saat ditemukan, kondisi fisiknya sudah rusak dan wajah sudah tak dikenali akibat melepuh.

Beruntuk polisi bisa mengidentifkasi jasad tersebutu, sehingga bisa menghunugi keluarga korban yang diduga tenggelam itu.

Kini, jasad yang diketahui bernama Moh Zainudin (28) asal Umbulsari Jember Jawa Timur, sudah dibawa pulang anggota keluarganya.

Awalnya, jasad tersebut sempat dikira Mulyadi (22) yang juga hampir sepekan dicari oleh Tim SAR gabungan akibat tenggelam saat melaut.

Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita mengatakan, untuk korban jenazah yang ditemukan oleh seorang nelayan itu dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan.

RESMI! PSIS vs Bali United Ini Tanggal Keduanya Berlaga, Begini Penjelasan Panpel

Dipicu Warga Tak Bisa Urus BPJS, Anggota DPRD Minta Pemerintah Segera Cari Solusi NIK Ganda

Ibu Kandung Usir Anak Gadisnya Karena Dinilai Pelakor, Fakta Cabul Ayah Tiri Akhirnya Terungkap

Kronologi 1 Jam Penggerebekan Dokter dan Bidan Saat Praktik, Berawal dari Kecurigaan Pak Polisi

SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Arema FC vs PSM Makassar, Bisa Nonton di Smartphone

Sehingga, disimpulkan bahwa korban bukanlah korban pembunuhan.

Akan tetapi, masih belum diketahui kenapa korban bisa ditemukan meninggal dunia hampir sepekan berada di lautan.

"Kalau tanda kekerasan tidak ada," ucap Yogie, Rabu (2/10).

Yogie mengaku, jenazah korban sudah diambil oleh keluarga dan tidak ada proses autopsi. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved