Koleksi Bersejarah Museum Gunarsa, Simpan Patung Singa Pendiri Kerajaan Buleleng
Siang kemarin di Dusun Banda, Desa Takmung, Klungkung, beberapa pengunjung tampak melihat berbagai koleksi di museum yang didirikan tahun 1993 silam
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Ukirannya terlihat khas Bali Utara.
Bentuknya agak berbeda, dari patung Singa Ambara Raja yang selama ini menjadi ikon Kota Singaraja. Karya seni tersebut diperkirakan dibuat sekitar abad ke-16.
"Dulu saya mendapatkannya ini membeli, dari seseorang di Puri Buleleng. Mendapatkannya pun penuh perjuangan karena harus bersaing dengan kolektor-kolektor dari seluruh dunia," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Museum Gunarsa juga menyimpan koleksi seperangkat wayang dari massa Kerajaan Majapahit.
Hidung dari wayang kulit tersebut berlapis emas, dan merupakan pemberian dari Raja Majapahit, Tribhuna Wijayatunggadewi kepada raja di Bali dan sempat disimpan oleh raja di Kerajaan Gelgel.
Wayang Kulit tersebut didapatkannya dari keturunan Dalang Buricek di Gelgel. Ia membeli benda pusaka tersebut seharga Rp 150 juta pada tahun 1990.
Selain itu ada juga ider-ider (kain) sepanjang 30 meter bermotif seni lukis klasik Kamasan.
Ider-ider tersebut didapatnya di Pura Bale Batur Kamasan dan dibuat pada abad ke 17-18 Masehi.
Bahkan koleksi-koleksi masterpiece tersebut dan beberapa barang pusaka lainnya di Museum Gunarsa sempat diwacanakan menjadi cagar budaya dan warisan budaya dunia oleh Unesco.
"Saya membutuhkan dukungan moril dari masyarkaat untuk dapat meneruskan cita-cita alamahum Nyoman Gunarsa dalam menjaga karya seni bersejarah ini. Karya seni ini merupakan akar dari kebudayaan kita dan harus dilestarikan sebagai jati diri masyarakat Bali," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/koleksi-patung-singa-di-museum-gunarsa.jpg)