Didominasi Komunitas Kopi, 10 Kelompok Tani di Bali Terima Sertifikat Organik
Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali menyelenggarakan Festival Agribisnis 2019
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali menyelenggarakan Festival Agribisnis 2019 di Lapangan Puputan Margarana Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Kamis (3/10/2019).
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 10 kelompok tani di Bali mendapatkan sertifikat organik yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuwardana.
Kelompok tani tersebut di antaranya Subak Timbul Desa Gadung Sari, Kecamatan Salemadeg Timur, Kabupaten Tabanan; Subak Sengempel, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung; dan juga Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Juga ada Subak Abian Merta Sari, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung; Subak Abian Guna Marga, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung; serta Subak Abian Wanasari Kenjung, Desa Catur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
• Bule Italia Suami Ke-5 Terungkap, Ini Pengakuan Elza Syarief
• Akhirnya Pura Pucak Gegelang di Bangli Batal Dilelang, Pihak Bank Sepakat Hibahkan ke Pengempon
Tiga lainnya yakni Subak Abian Bangun Biding Sari, Desa Dausa Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli; Kelompok Tani Beji, Desa Gesing Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng; Kelompok Tani Uptiti Sari, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng; dan Kelompok Tani Giri Tani dari Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
10 kelompok tani ini didominasi oleh komoditas kopi yang di antaranya dibudidayakan oleh Subak Abian Merta Sari, Subak Abian Guna Marga, Subak Abian Wanasari Kenjung, Subak Abian Bangun Biding Sari, Kelompok Tani Beji, Kelompok Tani Uptiti Sari dan Kelompok Tani Giri Tani.
Sementara, Subak Timbul dan Subak Sangempel dengan komoditas padi serta Subak Abian Dwi Mekar pada kakau.
Lembaga sertifikasi yang memberikan sertifikat organik pun berbeda-beda.
Subak Timbul dan Subak Sengempel mendapatkannya dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS), sementara Kelompok Tani Beji, Kelompok Tani Uptiti Sari dan Kelompok Tani Giri Tani sertifikatnya diperoleh dari PT. Indocom Citra Persada.
• Dicerai Mantan Raja Malaysia, Miss Moscow Minta Rumah Rp 139 Miliar Padahal Pernikahan Belum Setahun
• Daftar Kekayaan Ketua MPR Bambang Soesatyo, Capai Rp 98 Miliar, Ini Rinciannya
Lalu Subak Abian Dwi Mekar, Subak Abian Merta Sari, Subak Abian Guna Marga, Subak Abian Wanasari Kenjung dan Subak Abian Bangun Biding Sari mendapatkan sertifikasi organik dari PT Icert Agritama Internasional.
Ida Bagus Wisnuwardana mengatakan, pihaknya memang memfasilitasi kelompok tani untuk mendapatkan sertifikat organik.
"Jadi yang sudah kita lihat sudah menetapkan pertanian organik sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) kita fasilitasi," jelasnya.
Lembaga yang mengeluarkan sertifikasi ini, kata dia, adalah lembaga sertifikasi organik nasional.
"Jadi kita fasilitasi, kita latih dia bagaimana melakukan pertanian organik, kita biayai juga untuk memperoleh sertifikat," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penyerahan-sertifikat-kepada-10-kelompok-tani.jpg)