Pembangunan Puskesmas Pembantu Molor, Suwirta Curigai Rekanan Proyek
Bupati I Nyoman Suwirta tampak kesal mengetahui progres pembangunan puskesmas tersebut molor dan menurutnya pembangunan terkesan asal-asalan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sejumlah pekerja di proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Desa Timuhun sesaat mengentikan aktivitasnya, Kamis (3/10/2019).
Mereka kaget karena kedatangan rombongan Pemkab Klungkung.
Pemkab menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa proyek fisik.
Bupati I Nyoman Suwirta tampak kesal mengetahui progres pembangunan puskesmas tersebut molor dan menurutnya pembangunan terkesan asal-asalan.
"Pengerjaan proyek ini sampai molor sekitar sembilan persen. Harap rekanan bertanggung jawab dan nanti dapat menyelesaikannya tepat waktu," kata Suwirta.
Setelah menerima laporan molornya pekerjaan tersebut, raut wajah Suwirta tampak kesal.
• Penjual Kopi Ditemukan Sujud di Jalan, Bersimbah Darah Menggenggam Batu, Sudah Tak Bernyawa
• Berapa Gaji Bupati? Foto Slip Gaji Ini Viral, Budhi Sarwono Beri Penjelasan
Ia langsung melangkah dan mengecek setiap sudut bangunan yang tampak masih dalam proses pengerjaan.
Tidak hanya dari sisi luar, Suwirta bahkan masuk ke dalam bangunan dan melihat detail pemasangan bata yang dilakukan oleh tukang.
Ia lalu mengomentari beberapa pekerjaan yang menurutnya belum rapi dan masih terkesan asal-asalan.
Suwirta mencurigai, hal ini imbas dari fonemena penawaran dari rekanan yang jauh turun ketika tender.
"Saya lihat ada fenomena baru, yakni penawaran yang jauh turun dari 20 persen sampai 40 persen saat tender. Meski penawaran turun, harusnya tetap perhatikan kualitas dan jangka panjang bangunan agar tidak terkesan proyek pemerintah dibangun asal-asalan," ungkap dia.
Minimnya tenaga kerja lokal yang menggarap proyek pemerintah, juga menjadi perhatiannya.
Sehingga nanti proyek fisik juga selaras dengan pemerdayaan masyarakat.
Tapi yang ia dapat justru berbeda. Hampir semua tukang memanfaatkan tenaga kerja luar Bali, bahkan ada yang masih membantu mengaku sebagai tukang.
• Sekda Sebut Kualitas Tidak Kalah, Yakinkan Produk Pertanian Lokal Lebih Baik
• Sempat Berjaya, Perajin Patung Kayu di Singakerta Gulung Tikar Karena Gaya Hidup Konsumtif
Ia khawatir akan berdampak pada hasil pekerjaan proyek tersebut.