Sekda Sebut Kualitas Tidak Kalah, Yakinkan Produk Pertanian Lokal Lebih Baik
Saya yakin kualitasnya tidak kalah. Hanya saja produk yang kualitasnya sudah bagus kita kemas dengan baik, kemudian kita edukasi masyarakat
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pertanian Provinsi Bali menggelar Festival Agribisnis Bali 2019 di sisi timur Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, 3-6 Oktober 2019.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan melalui festival agribisnis ini, para petani yang jauh berada di pelosok-pelosok bisa hadir ke tengah kota di kilometer nol Provinsi Bali.
“Para petani kita kan ada di pedesaan, sekarang mereka hadir di kilometer nol. Dan ternyata produk-produknya luar biasa,” kata Dewa Indra.
Hal itu berarti, produk pertanian lokal tidak kalah dari produk luar Bali. Yang terpenting adalah bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengenalkan produk-produk ini.
Selain itu, perlu juga meyakinkan masyarakat bahwa tidak semua yang datangnya dari luar itu lebih baik.
“Hanya selama ini (membeli produk luar) lebih gengsi, tetapi dari kualitas belum tentu,” ujarnya.
• Terungkap, Ini Alasan Pelaku Tega Menghabisi Pria yang Tewas dalam Kondisi Bersujud di Jalan Raya
• Berbisnis Sekaligus Lestarikan Kuliner Lokal , Iin Ajari Wisatawan Masak Menu Khas Bali
Untuk menjamin hasil produksi produk lokal, penyerapan produk pertanian dalam industri pariwisata akan terus diupayakan.
Industri pariwisata mempunyai kebutuhan yang sangat besar terhadap produk-produk pertanian holtikultura, dan itu artinya sebuah pasar. Hanya saat ini belum tergarap dengan baik.
”Kita belum menciptakan kanal yang menghubungkan antara petani dengan industri pariwisata,” tuturnya.
Maka dari itu, melalui arahan Pergub 99 tahun 2018 tentang Pemanfaatan dan pemasaran produk pertanian, perikanan dan Industri lokal Bali,sedang disambungkan antara petani sebagai produsen, dengan hotel dan restoran sebagai pasarnya.
Dalam setiap event, selalu ada penandatanganan kesepakatan bersama antara produsen, dengan konsumen atau usernya.
• Ubah Strategi di Usia 12 Tahun, Cellular World Perluas Ekspansi Bisnis
• Penyebaran Virus Demam Babi Afrika via Daging Impor Sangat Cepat, Begini Cara Antisipasinya
Pada akhirnya, diharapkan semua hotel, restoran, katering menggunakan produk-produk pertanian lokal.
“Saya yakin kualitasnya tidak kalah. Hanya saja produk yang kualitasnya sudah bagus kita kemas dengan baik, kemudian kita edukasi masyarakat bahwa ini tidak kalah gengsinya,” ucapnya.
Di sisi itu, ia merasa bangga karena kaum milenial sudah mulai hadir dalam sektor pertanian.
Mereka membuat komunitas pertanian organik yang beranggotakan anak-anak muda.