Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pertama Kali, PD Pasar Akan Buka Toko Pangan Kita di Pasar Badung

Selama ini, toko atau pola stabilisasi harga oleh Perum Bulog umumnya langsung menyasar ke masyarakat, dibuka di kampung-kampung yang dikelola secara

Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Noviana Windri
Suasana Pasar Badung menjelang Hari Raya Idul Adha, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  - Dalam waktu dekat, PD Pasar Kota Denpasar berencana akan membuka Toko Pangan Kita di Pasar Badung.

Hadirnya toko ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi sewaktu-waktu.

Hadirnya toko ini di pasar tradisional diklaim menjadi inovasi pertama di Indonesia.

Selama ini, toko atau pola stabilisasi harga oleh Perum Bulog umumnya langsung menyasar ke masyarakat, dibuka di kampung-kampung yang dikelola secara perseorangan.

Hal ini dikatakan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata bahwa kesepakatan menghadirkan Toko Pangan Kita ini tinggal selangkah lagi, menunggu penandatangan kerja sama kemitraan PD Pasar dengan Perum Bulog.

Per 1 Januari 2020 Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, Ini Kata Pedagang

Seberapa Penting Pengawasan terhadap Orang Asing? Ini Penjelasan Kadiv Keimigrasian Kanwilkumham

''Draft kerja sama sudah disepakati. Tinggal implementasi di pasar. Target bulan ini (Oktober) Toko Pangan Kita sudah bisa dibuka di Pasar Badung,'' ungkapnya kepada Tribun Bali, Selasa (8/10/2019).

Nantinya, kata dia, PD Pasar lebih bersifat sebagai perpanjangan tangan dari Perum Bulog untuk menyuplai produk-produk kebutuhan pokok dari Bulog untuk diedarkan di Pasar Badung.

Pola pelaksanaannya, terang Gus Kowi -sapaan akrabnya- ada dua alternatif.

Pertama, produk bahan pokok dari Bulog ini akan langsung disuplai ke pedagang untuk dijual langsung dari tangan mereka.

''Jadi mereka (pedagang) langsung yang jual. Kualitas produknya seperti beras udah gak kayak dulu lagi, daya saingnya sudah tinggi,'' terangnya.

Kedua, jika pedagang tidak mau, maka alternatif membuka Toko Pangan Kita menjadi solusi terakhir.

Jelang Pilkades Serentak, Polres Banyuwangi Turunkan 3.493 Personel 

Gisel Tak Bisa Menahan Tangis Saat Gempi Ucapkan Kalimat Ingin Tidur Bertiga Lagi

''Kita buka sendiri, kita sendiri yang jual langsung ke konsumen. Kita sudah ada los gudang sendiri di basement,'' tegasnya. ''Pola mana yang akan digunakan masih belum fix. Kita akan sosialisasi dulu ke pedagang,'' tambahnya.

Adapun produk yang akan dijual di Toko Pangan Kita ini, meliputi Beras Kita, Beras Kita Renceng, Gula Manis Kita, Gula Gendhis Multi Manis, Tepung Terigu Kita, Minyak Goreng Kita, Daging Kerbau dan Bakso Kita.

''Semua bahan pokok yang dijual ini jelas harganya di bawah pasaran, lebih murah,'' ujarnya.

Sebagai contoh, harga jual Beras Kita dipatok dengan harga Rp 10.800 per 5 kg, Gula Manis Kita dengan harga Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng Rp 12.500 atau daging kerbau Rp 80 ribu per kilogram.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved