Kini Kuta Selatan Punya Bank Sampah Mandiri, Tindak Lanjut Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih

Badung meresmikan Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi dan Kawasan Bebas Sampah Kantong Plastik se-Kecamatan Kuta Selatan

Kini Kuta Selatan Punya Bank Sampah Mandiri, Tindak Lanjut Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih
Humas Pemkab Badung
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa meresmikan Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi dan Kawasan Bebas Sampah Kantong Plastik se-Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (8/10/2019) kemarin. Kini Kuta Selatan Punya Bank Sampah Mandiri, Tindak Lanjut Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih 

Kini Kuta Selatan Punya Bank Sampah Mandiri, Tindak Lanjut Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa meresmikan Bank Sampah Mandiri PKK Mangu Srikandi dan Kawasan Bebas Sampah Kantong Plastik se-Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (8/10/2019) kemarin.

Peresmian dilakukan di Wantilan Murda Ulangun Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, yang dihadiri anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan, Organisasi Kewanitaan Badung, Camat se-Badung serta Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Kuta Selatan.

Bupati Giri Prasta mengatakan, pembentukan Bank Sampah Mandiri ini merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang telah dicanangkan sebelumnya.

Hal ini pula sebagai implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wabup Badung dalam penanganan sampah dengan pola 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle, bagaimana mengurangi, memilah dan mengolah sampah.

“Semua banjar di Badung kami bentuk bank sampah. Kami berterima kasih sekali kepada ibu-ibu PKK sudah mau menjadi direktur dan pengurus bank sampah, sehingga nantinya sampah itu dapat diolah dan menjadi berkah serta rupiah,” jelas Bupati Giri Prasta melalui keterangan tertulisnya, Rabu (9/10/2019).

Ia berkomitmen akan memberikan motivasi kepada pengurus bank sampah di setiap banjar dengan memberikan insentif dengan nilai minimal Rp 1 juta.

“Ini cara kami untuk menggerakkan, bagaimana mewujudkan Badung yang bersih dan hijau secara berkelanjutan, " imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan menyampaikan dasar dari aksi pembentukan Bank Sampah ini adalah Peraturan Bupati Badung No. 48 tahun 2018 tentang pengelolaan 3R.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved