Pasukan Hijau Diupah 10.806/Jam, Ini Klarifikasi DLHK Denpasar Lantaran di Bawah UMR

Sistem pengupahan tersebut dinilai telah sesuai dengan aturan dan dasar hukum yang berlaku dengan pendapatan terhitung dari upah, uang lembur dan THR

Pasukan Hijau Diupah 10.806/Jam, Ini Klarifikasi DLHK Denpasar Lantaran di Bawah UMR
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas kebersihan DLHK Denpasar sedang membersihkan sampah di kawasan Jalan Surapati, Denpasar, Selasa (8/10/2019). 

Pasukan Hijau Diupah 10.806/Jam, Ini Klarifikasi DLHK Denpasar Lantaran di Bawah UMR

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menanggapi terkait pemberitaan Pasukan Hijau yang di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Sistem pengupahan tersebut dinilai telah sesuai dengan aturan dan dasar hukum yang berlaku dengan pendapatan terhitung dari upah, uang lembur hingga Tunjangan Hari Raya (THR).

Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada, Rabu (9/10/2019) menjelaskan, bahwa sistem pengupahan pada Tenaga Kebersihan atau Pasukan Hijau di DLHK Kota Denpasar telah memiliki payung hukum berdasarkan kemampuan keuangan daerah.

Dengan perhitungan Rp 10.806/jam.

Petugas kebersihan Kota Denpasar
Petugas kebersihan Kota Denpasar (Tribun Bali/Putu Supartika)

Sehingga, untuk satu shiftnya selama 3 jam mendapat upah sebesar Rp 32.418/ 3 jam.

Sedangkan untuk dua shift satu orang diberikan upah sebesar Rp 64.836/6 jam kerja.

“Jadi perhitunganya sudah jelas, rata-rata satu petugas mendapatkan upah per-bulan sebesar Rp 2.010.000. Itu belum termasuk Uang Lembur dan THR,” jelasnya.

Wisada mengatakan bahwa satu pegawai berhak atas THR saat hari Suci Galungan serta Hari Suci Nyepi.

Sedangkan upah lembur dibayarkan sebanyak 9 kali dalam satu tahun berdasarkan Surat Tugas Kadis DLHK Kota Denpasar.

Yakni, saat Galungan dan Kuningan 8 hari, dan Malam Pangerupukan 1 hari.

Tenaga Kebersihan di Kota Denpasar.
Tenaga Kebersihan di Kota Denpasar. (Istimewa/Humas Pemkot Denpasar)

Dalam kesempatan tersebut Wisada sependapat untuk meningkatkan pendapatan atau upah bagi Petugas Kebersihan sebagai upaya memberikan kesejahteraan.

Namun, saat ini anggaran yang ada belum mencukupi.

“Kita selalu mengikuti aturan dan berupaya untuk memberikan upah yang sepadan dan memberikan kesejahteraan, namun demikian kembali kita melihat bersama kemampuan daerah di Kota Denpasar yang tergolong minim, namun kedepan kami akan tetap berusaha maksimal untuk peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan di Kota Denpasar,” katanya.

Infromasi tambahan, UMK 2019 Kota Denpasar meningkat hingga 8,03 persen dari Rp 2.363.000 di 2018, menjadi Rp 2.553.000 di 2019. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved