Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bapak-Anak Ditangkap di Bali Pada Malam Hari, Diduga Merupakan Bagian Dari JAD

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja membenarkan adanya penangkapan terhadap dua terduga teroris di Bali.

Penulis: Rino Gale | Editor: Eviera Paramita Sandi
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi Densus 88 

Secara terpisah, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai, tak ada rekayasa di balik penusukan Wiranto.  

Hal itu disampaikan Prabowo menanggapi maraknya unggahan di media sosial yang menarasikan seolah kasus penusukan Wiranto direkayasa untuk kepentingan tertentu.

Prabowo yakin, penusukan Wiranto tak direkayasa lantaran ia melihat tim dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, sangat serius menangani Wiranto.

Prabowo menyebut, ada sembilan dokter TNI senior yang menangani Wiranto.

"Yang jelas saya lihat tadi ada mungkin sembilan dokter senior dari TNI, saya tidak melihat ada rekayasa," ujar Prabowo seusai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Usus Dipotong

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Agus Zaini mengatakan, usus halus Wiranto dipotong sepanjang 40 centimeter karena terluka.

"Setibanya di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat), beliau langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 cm," kata Agus.

Ia menambahkan, saat ini kondisi Wiranto terus membaik. Meski demikian, Wiranto masih harus menjalani perawatan intensif.

"Alhamdulillah, pasca operasi kondisi Wiranto membaik, meski tetap harus menjalani perawatan. Ia percaya, bahwa Tuhan sebaik-baiknya tempat bersandar. Semoga Allah SWT tetap mencurahkan kasih sayang-Nya," kata Agus.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan bahwa perisitiwa penikaman Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menkopolhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten kemarin tidak akan mengganggu proses pelantikan presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Saya yakin dan percaya peristiwa ini tidak akan mengganggu agenda nasional kita, ritual terakhir daripada pesta demokrasi, pelantikan presiden 20 oktober mendatang," kata Bamsoet.(zae/rin/tribun network/kompas.com)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved