Warga Tangkap 13 Pelajar, Dua Kelompok Remaja Janjian Bentrok di Klungkung

Sebelum bentrok terjadi, polisi dalam peristiwa tersebut menangkap 13 remaja dari dua desa berbeda kabupaten

Warga Tangkap 13 Pelajar, Dua Kelompok Remaja Janjian Bentrok di Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedy Juliartha saat memberikan pemahaman kepada orangtua beberapa remaja di Polres Klungkung, Minggu (13/10/2019). Polres Klungkung mengamankan dua kelompok remaja yang nyaris bentrok di Desa Manduang, Klungkung, Bali, Sabtu (12/10/2019). Warga Tangkap 13 Pelajar, Dua Kelompok Remaja Janjian Bentrok di Klungkung 

Pemicunya hal sepele, karena masalah ejek-ejekan di sekolah.

Saling Ejek

Masalah ini bermula ketika I Ketut WAG (16) asal Desa Besan, saling ejek dengan I Putu APG (15) asal Desa Takibeng, Sidemen.

Keduanya bersekolah di salah satu SMK Swasta di Klungkung.

Karena saling tidak terima, mereka sepakat untuk berduel.

Ketut WAG dan Putu APG membawa serta teman-teman di desanya masing-masing ketika akan berduel.

Awalnya disepakati duel dilakukan Setra Paksebali, Dawan.

Hanya saja karena di Setra Paksebali malam itu ramai, duel disepakati berpindah ke jembatan Desa Manduang.

Sementara Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengungkapkan, kasus ini masih didalami pihak kepolisian.

Hari ini rencananya akan diadakan pertemuan bagi para orangtua yang anaknya terlibat dalam peristiwa tersebut.

Tidak hanya mengamankan 13 remaja, kepolisian juga mengamankan sembilan sepeda motor. 

Ngaku Makemit untuk Berkelahi

Wakapolres Klungkung, Kompol Ida Bagus Dedi Januartha mengatakan, kejadian ini akibat kurangnya perhatian dan pengawasan para orangtua terhadap anaknya.

Sebelum kejadian itu, kelompok remaja dari Banjar Dekod Yeh, Desa Takibeng, Sidemen bahkan mengaku akan makemit di pura.

Mereka berangkat membawa pakaian adat lengkap sehingga orangtua mereka tidak merasa curiga.

"Orangtua harus curiga kalau ada anaknya yang keluar larut malam seperti itu. Awasi mereka, karena saat ini banyak sekali sumber informasi yang bisa menjerumuskan mereka ke hal negatif," pesan Ida Bagus Dedi kepada para orangtua kelompok remaja tersebut.

Ia juga menyebut, grup whatsapp ini membuat informasi sangat mudah dan cepat tersebar.

Polisi sedang mengecek isi dari ponsel kelompok remaja ini.

Ia khawatir, para remaja tersebut membentuk kelompok genk yang terorgaisir dalam grup whatup.

Dalam rentag waktu 10 hari ini, di Klungkung sudah terjadi dua kejadian nyaris bentrok yang melibatkan kelompok remaja.

Sebelumnya, ratusan remaja yang tergabung dalam di dua geng nyaris bentrok di sekitar Setra Tegal Linggah, tepatnya di dekat Kantor Lurah Semarapura Kangin, Kamis (3/10/2019) malam.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved