Fakta di Balik Perdagangan Daging Anjing di Bali, Buleleng Terbanyak, 10 Pedagang RW Diperingatkan

Kabupaten Buleleng menjadi daerah terbanyak yang menjual makanan olahan daging anjing di Bali.

Fakta di Balik Perdagangan Daging Anjing di Bali, Buleleng Terbanyak, 10 Pedagang RW Diperingatkan
Tribun Bali
Papan petunjuk lokasi penjualan menu daging anjing di Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kabupaten Buleleng menjadi daerah terbanyak yang menjual makanan olahan daging anjing di Bali.

Sejak Mei 2019, Dinas Peternakan Provinsi Bali tercatat sudah memberikan peringatan terhadap 10 pedagang RW.

Jumlah ini terhitung paling banyak bila dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Bali.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Peternakan Bali melakukan koordinasi dengan Polres Buleleng, Senin (14/10).

Mereka meminta agar polisi dapat membantu pihaknya mengawasi pedagang-pedagang RW yang ada di Buleleng.

Staf Dinas Peternakan Bali, I Made Angga Prayoga mengatakan, setelah diberi peringatan, 10 pedagang RW itu sudah membuat surat pernyataan untuk tidak lagi menjual makanan olahan daging anjing di atas selembar kertas bermaterai 6.000.

Bila terbukti masih menjual, maka pedagang-pedagang itu siap untuk dijerat hukum.

“Anjing bukan hewan ternak. Jadi secara aturan kesehatan pun tidak boleh dikonsumsi.

Jadi kami menjalin kerjasama dengan Polres untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan daging anjing,” jelasnya.

Namun sebelum berakhir di kepolisian,  pemerintah sebut Yoga, berharap agar  para pedagang tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved