Gelapnya Pura Goa Peteng Yang Dijaga Kelelawar, Konon Muncul Ular Piton Bila Ada Yang Berbuat Buruk

Suasana sangat hening, saat pemangku menghaturkan banten pejati memohon izin dan keselamatan bagi pamedek yang malukat.

Gelapnya Pura Goa Peteng Yang Dijaga Kelelawar, Konon Muncul Ular Piton Bila Ada Yang Berbuat Buruk
Tribun Bali/AA. Seri Kusniarti
Pamedek asal Sukawati, Noviantari, malukat di Pura Goa Petang, Jimbaran, Sabtu (19/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JIMBARAN- Sama seperti namanya, Pura Goa Peteng terletak di dalam goa dengan tempat panglukatan yang gelap atau dalam Bahasa Bali disebut peteng.

Pamedek yang ingin tangkil dan melukat, harus melewati tangga dalam kegelapan dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Seperti apa sensasinya? Berikut kisah perjalanan jurnalis Tribun Bali, AA Seri Kusniarti.

Tak banyak yang tahu tentang pura di kawasan Banjar Cengiling, Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, ini.

Lokasi Pura Goa Peteng ini sangat tersembunyi, dan medan menuju ke sana cukup berliku dengan jalan kapur bertabur batu-batu besar.

Walau kini ada perbaikan, namun jalan menuju lokasi masih terbilang sangat alami.

Alternatif lainnya, pamedek bisa melalui jalan dari pintu masuk Hotel Ayana menuju ke Rimba.

“Jalan dari pintu masuk Hotel Ayana lebih kondusif dan bisa dilewati. Ketika saya masuk lewat jalan yang banyak batu kapur, motor saya sempat tidak bisa naik. Beruntung warga memberitahu jalan alternatif lewat kawasan hotel ini pas balik pulang,” ujar pamedek asal Sukawati, Gianyar, Noviantari, yang tangkil bersama Tribun Bali.

Begitu sampai, saya dan Novi sempat bingung karena tidak melihat bangunan pura khas Bali seperti umumnya.

Lokasi juga sepi, hanya ada alat berat di seberang yang sedang bekerja membangun kawasan hotel.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved