Terkuak, Terduga Teroris Bali AT Ternyata Koordinator Serangan & Aktif Beri Tutor Pembuatan Bom
Terduga teroris yang ditangkap di Bali, AT (45), punya peran krusial dalam kelompok Abu Rara.
Tim Densus 88 mengamankan handphone, buku tabungan, pisau lipat, dua bendera ISIS, serta buku dan kertas catatan tentang organisasi ISIS.
Berikutnya pada Minggu (13/10), Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Cirebon (YF dan BA); NAS dan APS alias Arif Hidayat di Lampung; A di Poso; RF di Indramayu.
Pada Senin (14/10), Tim Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Bandung dengan inisial N, JJ, dan AAS serta empat terduga teroris di Lampung dengan inisial PH, Y alias Yudistira, MRM alias Rifki, dan UD.
Dedi menjelaskan terduga teroris yang ditangkap di wilayah Lampung merencanakan aksi amaliah untuk menyerang kantor kepolisian di Lampung. "Sasaran utama dia adalah kepolisian," ungkap Dedi.
Dedi menambahkan kelompok-kelompok teroris itu memiliki ciri khas berbaiat ke ISIS dan memiliki tujuan hidup melakukan aksi teror. Dalam merencanakan serangan, mereka bergerak sendiri-sendiri.
"Setelah menyampaikan idenya hendak melakukan amaliyah, dia independen dan mereka bergerak untuk amaliyah sesuai kemampuan masing-masing," terang Dedi.
"Kalau dia bisa membom, dia akan bom bunuh diri. Kalau dia mampunya amaliyah pakai senjata tajam, ya pakai senjata tajam saja," sambung Dedi.
Sementara itu, pasca ditangkapnya dua anggota jaringan JAD Bali, pihak kepolosian lebih memperketat dan meningkatkan kemananan di Pulau Dewata, khususnya di pusat-pusat pariwisata.
Terlebih diketahui, AT dan ZAI sudah lama tinggal di Bali tepatnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur. ZAI bahkan lahir dan besar di Bali.
Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Gatra, mengatakan, penangkapan terhadap AT dan ZAI menandakan sel-sel dari kelompok JAD itu ada di Bali.
Karenanya semua elemen masyarakat harus waspada.
"Ya semua elemen masyarakat harus terlibat untuk pengamanan wilayah Bali dan bukan hanya polisi dan TNI saja," ujarnya, Senin (14/10).
Untuk daerah yang disisir untuk pengamanan di wilayah hukum Denpasar adalah lokasi-lokasi indekos. Kapolresta Denpasar sudah menginstruksikan timnya untuk meningkatkan pengamanan.
“Unit-unit intelijen dan pengembang dan pembinaan serta penyuluhan wajib masuk ke komunitas-komunitas seperti kelompok pemilik rumah kos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rumah-kos-terduga-teroris-di-bali.jpg)