Dalam 5 Menit Darwis Triadi 'Potret' Situasi Pikiran Jokowi Sedang Berat dan Tak Rileks

Cerita Darwis Triadi terpilih untuk memotret Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin.

Dalam 5 Menit Darwis Triadi 'Potret' Situasi Pikiran Jokowi Sedang Berat dan Tak Rileks
Instagram Darwis Triadi
Darwis Triadi dan Joko Widodo. Sebelum Pemotretan, Darwis Triadi mengaku dirinya melihat Joko Widodo sedang memiliki pikiran yang berat. Darwis Triadi pun berusaha membuat Jokowi rileks. 

Darwis Triadi pun berusaha membuat Jokowi rileks.

Darwis Triadi kemudian memilih berbincang ringan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Hasilnya pun sungguh maksimal, sebab Darwis Triadi berhasil menunjukkan karakter seorang Joko Widodo melalui kameranya.

Berikut ini petikan wawancaranya, dikutip dari Tribunnews.com.

Punya Undangan Pelantikan Presiden, 2 Orang Ditangkap, Polisi Amankan Senjata Tajam Plat Nomor Palsu

Di Mobil Ada Senjata Tajam, Plat Nomor Palsu, hingga Undangan Pelantikan Jokowi, 2 Orang Diamankan

Di Pelantikan Presiden Jokowi, Surya Paloh Prediksi Negara Jadi Otoriter Jika Hal Ini Terjadi

Bagaimana awal mula Anda menjadi official Fotografer Presiden RI Joko Widodo?

Sebetulnya, pertama kali waktu bikin profile Beliau untuk kampanye Pilpres. Dari situlah saya dipanggil untuk memotret. Kebetulan waktu itu yang kontak saya Pak Triawan Munaf (kepala Badan Ekonomi Kreatif, red). Mungkin Beliau (Joko Widodo, red) tidak tahu nomor saya, kebetulan Pak Triawan tahu lalu kontak.

Di situlah saya motret Bapak dengan Pak Kiai (Maruf Amin, red). Sejak saat itu saya diminta lagi untuk bikin profile photo-nya sampai dua kali, untuk keperluan kampanye Beliau. Kemudian juga untuk buku Jokowi Menuju Cahaya karya Alberthiene Endah. Setelah saya memotret Bapak, mungkin terjadi sebuah kecocokan.

Saya kan memang seorang profesional, jadi kalau ada setiap hal yang saya kerjakan, akan saya kerjakan secara maksimal. Ada satu hal yang kalau saya tarik ke belakang, saya selalu berpikir begini, saya melihat foto Bapak, dulu, yang setelah Beliau dilantik pada 2014 banyak terpajang. Dalam hati saya berpikir, "Ini foto Bapak, kok karakternya tidak keluar." Saya berpikir begitu. Saya ini tahu bagaimana teknis lighting, saya fotografer portrait, jadi saya mempelajari itu.

Jadi, kalau ada teknis yang tidak tepat, saya hanya bilang, "Ketidaktepatan menggunakan cahaya membuat karakter jadi sulit keluar."

Kedua adalah bagaimana meng-capture sebuah karakter yang betul-betul mencerminkan apa yang ada di dalam figure tersebut. Tidak mudah memang, tapi kalau kita sudah tahu, ya gampang. Itu saja persoalannya.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved