Dalam 5 Menit Darwis Triadi 'Potret' Situasi Pikiran Jokowi Sedang Berat dan Tak Rileks

Cerita Darwis Triadi terpilih untuk memotret Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin.

Dalam 5 Menit Darwis Triadi 'Potret' Situasi Pikiran Jokowi Sedang Berat dan Tak Rileks
Instagram Darwis Triadi
Darwis Triadi dan Joko Widodo. Sebelum Pemotretan, Darwis Triadi mengaku dirinya melihat Joko Widodo sedang memiliki pikiran yang berat. Darwis Triadi pun berusaha membuat Jokowi rileks. 

Setelah saya dipanggil, kok apa yang saya pikir, saya impikan, ternyata terealisasi. Jadi saat saya motret Bapak berkampanye, saya hanya berpikir mudah-mudahan saya motret untuk official fotonya karena buat saya sebuah foto official kenegaraan itu merepresentasikan ke luar negeri, tidak hanya di dalam negeri. Di luar negeri harus, "Ini kepala negara gua." Itu yang terpenting. Jadi, kalau kita lihat foto-foto kepala negara di luar, itu gagah sekali. Mungkin karena yang motret orang yang paham.

Bukan berarti di sini tidak paham, tapi mungkin secara detail kurang paham. Memotret itu sebetulnya bukan hanya masalah teknis. Kalau teknis bisa kita pelajari. Soal teknis, saya rasa agak sedikit orang yang paham mengenai itu. Jadi, itulah yang sebetulnya.

Bagaimana proses Anda menjadi official Fotografer?

Karena memang Bapak sebelumnya bilang, "Kalau waktunya tepat, kita motret lagi." Saya memang mempersiapkan diri untuk itu. Sebetulnya persiapan tidak harus secara ini juga karena saya sudah tahu kira-kira kebutuhannya seperti ini. Tinggal saya selalu berpikir bagaimana saat saya memotret saya bisa berkomunikasi secara prima dengan Bapak dan Pak Kiai.

Seberapa sulit mengatur seorang kepala negara untuk dipotret?

Kadang-kadang ini memang menjadi sebuah problem. Bisa di Indonesia, bisa di luar negeri. Pertama adalah sebuah protokoler yang agak SOP (standar operasional prosedur, red) kadang-kadang bisa menjadi sebuah gap. Kesulitan-kesulitan hanya seperti itu.

Hal yang berikutnya adalah bagaimana dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, waktunya kan cuma setengah jam, saya bisa melakukan segala sesuatu secara maksimal.

Hal yang ketiga adalah bagaimana saya bisa meyakini Bapak dan Pak Kiai saya akan buat sesuatu yang bagus. Itu harus ada trust. Trust itu muncul dari sikap kita, dari cara kita meng-handle semuanya. Itu semuanya berkaitan dengan leadership.

Di sini, sebetulnya seorang fotografer itu harus mempunyai suatu kapasitas, kemampuan yang terintegrasi secara komplet. Bukan hanya masalah teknis, tapi supaya semuanya terjadi secara santai.

Hal yang berikutnya adalah bagaimana mengeluarkan karakter. Itu tidak mudah karena kadang-kadang, maklumlah kalau antara kita, fotograger, dengan kepala negara pasti akan terjadi. Saya juga sangat surprise oleh apa adanya Bapak, Pak Jokowi, tidak ada batasan-batasan. Semuanya mengalir.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved