Tumpukan Sampah di TPA Bengkala Terbakar, Diduga Akibat Kemarau Panjang

Sampah seluas 30 meter persegi yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala terbakar

Tumpukan Sampah di TPA Bengkala Terbakar, Diduga Akibat Kemarau Panjang
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas damkar melakukan pemadaman di TPA Bengkala, Buleleng, Bali, Minggu (20/10/2019). Tumpukan Sampah di TPA Bengkala Terbakar, Diduga Akibat Kemarau Panjang 

Tumpukan Sampah di TPA Bengkala Terbakar, Diduga Akibat Kemarau Panjang

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sampah seluas 30 meter persegi yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, terbakar pada Minggu (20/10/2019) dini hari.

Hingga sore hari, petugas damkar masih berupaya melakukan pemadaman, sebab kepulan asap masih muncul di sekitar TPA.

Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Ariston Adhi Pamungkas mengaku belum mengetahui terkait penyebab pasti terjadinya kebakaran ini.

Namun kebakaran diduga dipicu musim kemarau berkepanjangan, ditambah lagi di dalam timbunan sampah ada beberapa bahan yang mudah terbakar, seperti korek gas hingga membuat tumpukan sampah menjadi rentan terbakar.

Akankah All Indonesian Final Terulang Kembali? Ini Harapan Marcus/Kevin

8 Sisi Lain Pelantikan Joko Widodo dan Maruf Amin yang Mungkin Belum Kamu Ketahui, Ada Nasi Goreng

Api, sebut Ariston, awalnya muncul sekitar pukul 00.30 Wita, dari tumpukan sampah yang ada di sebelah selatan.

Karena disapu angin kencang, kebakaran merembet ke sisi sebelah barat.

Setelah mengetahui adanya kebakaran, petugas di TPA bergegas menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng.

Proses pemadaman, diakui Ariston, terus dilakukan hingga Minggu sore.

Lowongan CPNS 2019 di Denpasar - Tenaga Teknis Paling Banyak Dibutuhkan, Guru Kelas 137

Antisipasi Ulah Nakal Wisatawan di Pura Goa Lawah, Aktivitas Pariwisata Diawasi 5 Pamandu Lokal

"Kami juga membantu petugas damkar melakukan pemadaman menggunakan pompa air yang kami punya. Memang agak susah, karena hampir sama dengan lahan gambut. Apinya dari bawah, sehingga menimbulkan asap. Selain untuk mengurangi tebaran bakteri, kami juga sudah memadatkan sampah-sampah itu, lalu ditutup dengan tanah. Untuk jangka panjang nanti, kami akan lakukan pemilahan dari sumbernya terlebih dahulu," jelasnya.

Sementara, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Damkar Buleleng Pasek Sujendra mengatakan, 20 tangki air telah dikerahkan untuk memadamkan api di TPA Bengkala.

Namun karena wilayah yang terbakar cukup luas, ditambah lagi dengan angin kencang, proses pemadaman diakui Pasek Sujendra, sulit dilakukan.

"Dari DLH nanti akan bantu dengan menimbun tanah uruk," ucapnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved