Berita Buleleng
Ahmad Muzani Sebut Mahasiswa Hari Ini Akan Pimpin Indonesia pada 2045
Ia menjelaskan, pada masa itu Bali sempat terancam perpecahan akibat banyaknya sekte yang berkembang.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan 19 tahun ke depan mahasiswa saat ini akan menjadi generasi yang memimpin Indonesia. Hal itu disampaikan Muzani saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan bertajuk "Memperkokoh Persatuan dalam Bingkai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045" di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Jumat (15/5/2026).
Pada kesempatan itu, Muzani lebih dulu menyinggung sosok Mpu Kuturan yang dikenal sebagai tokoh pemersatu masyarakat Bali pada masa Kerajaan Udayana. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan Mpu Kuturan harus tetap dijaga generasi muda saat ini.
"Kita menyandang nama besar seorang Empu, seorang Resi yang membawa semangat spiritualitas bagi kebersamaan, persahabatan, dan persaudaraan," ujarnya.
Baca juga: Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Handphone Bisa Bikin Mahasiswa Kaya atau Masuk Penjara
Ia menjelaskan, pada masa itu Bali sempat terancam perpecahan akibat banyaknya sekte yang berkembang. Namun Mpu Kuturan mengambil inisiatif mempersatukan sekte-sekte tersebut demi menjaga persaudaraan masyarakat Bali.
"Spiritualitas tidak boleh menghancurkan persatuan kita, tidak boleh menghancurkan persaudaraan kita," kata Muzani.
Baca juga: Seorang Pria Tidur di Jalur Motor Tol Bali Mandara, Petugas Menduga ODGJ-Terpengaruh Alkohol
Dalam kesempatan itu, Sekjen Partai Gerindra tersebut juga mengingatkan bahwa 19 tahun lagi, Indonesia akan memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Menurutnya, mahasiswa yang saat ini duduk di bangku kuliah nantinya akan berada pada usia produktif dan menjadi penerus kepemimpinan bangsa.
"Pada saat 2045, ketika Indonesia umurnya 100 tahun, kira-kira mahasiswa Mpu Kuturan ini akan berumur 40 sampai 50 tahun. Pemimpin-pemimpin kita adalah saudara-saudara semuanya," ujarnya.
Sekjen Partai Gerindra itu menegaskan, estafet kepemimpinan bangsa merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Karena itu, generasi muda dinilai harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap konstitusi, budaya bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan.
"Kami harus memastikan bahwa Indonesia 100 tahun yang akan datang jatuh kepada para pemimpin yang mengerti tentang landasan kita bernegara," ucapnya.
Menurut Muzani, pergantian generasi dalam kepemimpinan merupakan hukum alam. Ia menyebut para pejabat, dosen, maupun pemimpin daerah tidak akan selamanya berada di posisinya saat ini.
"Tidak mungkin kami selamanya seperti ini. Tidak mungkin para dosen selamanya juga jadi dosen. Tidak mungkin bupati selamanya jadi bupati. Itu akan bergeser, akan berganti sebagai hukum alam," tegasnya.
Dalam kuliah umum tersebut, Muzani juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga terus memperluas wawasan melalui literasi, diskusi, dan pengembangan diri di luar kampus.
"Belajarlah dengan baik, belajarlah dengan benar, ikuti semua apa yang dilakukan dalam kampus ini, dengarkan kata dosen, baca baik-baik, bertanyalah kalau tidak mengerti," pungkasnya. (mer)
| Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Handphone Bisa Bikin Mahasiswa Kaya atau Masuk Penjara |
|
|---|
| Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Hasilkan Sapi Jumbo Langganan Presiden |
|
|---|
| Nekat Rusak Properti Hingga Ancam Aniaya Warlok di Buleleng, WNA Kanada Diamankan Imigrasi |
|
|---|
| Atlet Karate Buleleng Raih Emas Kejurnas, Siap Bela Indonesia di AKF 2026 |
|
|---|
| MODAL Rp11 Juta, Sapi Peliharaan Ketut Sukata di Buleleng Dibeli Presiden Senilai Rp162,4 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-MPR-RI-Ahmad-Muzani.jpg)