Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Asah Skill Bahasa Inggris, 460 Siswa Belia Meriahkan Kompetisi EF Spelling Bee Bali

Spelling merupakan pondasi dasar ketrampilan bahasa Inggris yang memiliki peran penting dan berdampak positif terhadap ketrampilan lainnya seperti lis

Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eurazmy
Suasana keseruan kompetisi English First Speeling Bee 2019 di Gedung Bhumiku, Jalan Gunung Soputan, Denpasar, Minggu (27/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bahasa Inggris saat ini menjadi kunci keberhasilan di era persaingan global seperti sekarang.

Karena itu, pendidikan dipandang perlu diterapkan kepada anak sejak dini melalui ajang-ajang kompetisi seperti halnya yang dilakukan lembaga pendidikan English First (EF) melalui Kompetisi EF Speeling Bee 2019.

Bertempat di Gedung Bhumiku, Jalan Gunung Soputan No. 49 Denpasar, sebanyak 460 siswa SD dan SMP dari beberapa sekolah di Denpasar, Badung, Tabanan, Ubud dan Gianyar memeriahkan kompetisi mengeja terbesar di Indonesia ini, Minggu (27/10/2019).

Lewat kompetisi ini, anak didorong untuk meningkatkan ketrampilan berbahasa Inggris dan daya literasi.

Sylvia Plath yang Tersiksa, Penyair Jujur ​​​dan Pertempuran dengan Depresi

Tiga Siswi Kesurupan Seusai Dharma Wacana, Kesurupan Beruntun di SMP 4 Banjarangkan Masih Terjadi

Ratusan siswa-siswi belia ini tampak sudah mahir menunjukkan ketrampilan mengejanya di hadapan para juri dan khalayak.

Marketing Coordinator EF Bali, Dewa Gede Agung Sugiartha menjelaskan, spelling atau mengeja adalah seni menggabungkan secara benar sebuah kata dari huruf-huruf yang membentuknya.

Ketrampilan ini menurut dia akan membantu menguatkan hubungan yang ada antara suara dan huruf.

Oleh karenanya, spelling merupakan pondasi dasar ketrampilan bahasa Inggris yang memiliki peran penting dan berdampak positif terhadap ketrampilan lainnya seperti listening, reading dan writing.

''Selain itu tentunya kegiatan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan diri anak melalui sebuah kompetisi yang memiliki skala nasional,'' terangnya kepada Tribun Bali.

Kata dia, kemampuan mengeja dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam segala aspek dari literasi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa mengeja, membaca dan menulis saling berhubungan erat dan terbukti membantu meningkatkan pemahaman atau comprehension skills.

Prediksi Bali United vs Barito Putera, Live Streaming TV Online Bisa Diakses di Sini dan Indosiar

Jangan Terlalu Takut Ditolak Orang Lain, Coba Atasi Kecemasan Sosial Kamu dengan 4 Cara Ini

''Pada akhirnya, bukan hanya siswa yang berhasil sampai tahap akhir yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, akan tetapi semua peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melatih kepercayaan diri yang berguna untuk menunjang masa depannya,'' ujarnya.

Ia menuturkan, kompetisi ini selalu diadakan setiap dua tahun sekali dan terbuka untuk umum, terbagi dalam 4 kategori yakni Sekolah Dasar; kategori A (kelas 1-2), B (kelas 3-4) dan C (kelas 5-6) dan kategori D untuk tingkat SMP (kelas 7-9).

Nantinya peserta yang lolos di tingkat regional akan maju ke kompetisi tingkat nasional untuk merebut 3 gelar juara dan 4 kategori, pada 24 November mendatang.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved