Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vegan Selama 18 Tahun, Ini Manfaat yang Dirasakan oleh 'Dokter Tempe' Susianto,

Dr. Drs. Susianto, MKM merupakan dokter gizi serta konsultan gizi, ia menempuh pendidikan S2 dan S3-nya di Gizi Kesehatan Masyarakat, Universitas

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/M. Firdian Sani
Dr. Drs. Susianto, MKM saat mengisi materi di Seminar kesehatan dan pendidikan dalam Vegan Festival Indonesia Bali 2019 di Fortunate Chofe Bali, jalan Gunung Soputan No 88x, Denpasar, Bali, Sabtu (26/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dr. Drs. Susianto, MKM merupakan dokter gizi serta konsultan gizi, ia menempuh pendidikan S2 dan S3-nya di Gizi Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia dan lulus dengan predikat Summa Cum Laude.

Ia juga aktif berorganisasi dengan menjadi ketua pada Yayasan Tempe Internasional (YTI), ketua pada Indonesia Vegetarian Society (IVS), presiden pada Vegan Society of Indonesia (VSI), presiden pada Asia Pacific Vegetarian Union (APVU), dan koordinator regional International Vegetarian Union (IVU) untuk wilayah Asia Pasifik.

Ia juga sering diminta mengisi seminar seputar gizi tempe ke berbagai negara diantaranya, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, China, Korea, Jepang, India, Dubai, Australia, Jerman, Inggris, Spanyol dan Amerika.

Pria berjuluk ' dokter tempe ' ini mengaku telah melakukan pola hidup vegan sejak 18 tahun yang lalu bahkan sebelum vegan ia terapkan pola hidup sehat vegetarian.

"Saya vegetarian sudah 31 tahun kemudian vegan dalam artian tidak minum susu, makan telur lagi dan segala macam lain itu sudah dari 18 tahun terakhir.

Dengan kata lain vegan adalah konsumsi nabati, jadi kalau kita bilang vegan itu adalah diet dengan nabati," ujarnya saat di Temui Tribun Bali di Fortunate Chofe Bali, Sabtu (26/10/2019).

Dengan menjalani gaya hidup vegan selama 18 tahun lamanya, ia pun mengaku banyak manfaat yang bisa dirasakan tubuh.

"Manfaatnya banyak, yang utama risiko penyakit lebih rendah, lalu gizi di nabati lebih tinggi, dan lebih ramah lingkungan," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa gizi nabati lebih baik untuk tubuh jika dibanding dengan hewani, bahkan ia mengatakan dengan berhenti mengonsumsi daging akan mencegah risiko terkena kanker sebanyak 60 persen.

Bahan nabati sendiri adalah bahan makanan atau bahan pangan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, gandum, buah, padi, kentang, ubi.

Dokter Susianto mengungkap bahwa dengan sering mengonsumsi sayur-sayuran dapat mencegah kanker payudara sebanyak 11 persen.

Dokter Susianto juga menjelaskan jumlah kalsium yang terkandung pada tempe yang merupakan salah satu makanan nabati lebih tinggi 10 kali lipat jika dibanding daging-dagingan.

"Daging kambing hanya 11 miligram kalsiumnya, daging ayam 14 miligram, daging sapi 11 miligram, sementara tempe itu 129 miligram kalsiumnya, itu artinya kalsium pada tempe sampai 10 kali lipat dari kalsium daging," ujar Dokter Susianto.

Dokter Susianto mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan peternakan lebih besar daripada sektor transportasi.

“Itu yang seperti saya jelaskan tadi bahwa dengan vegan kita menjadi ramah lingkungan dengan meminimalisir emisi gas rumah kaca," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved