Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tepat Hari Raya Tilem Sasih Kapat, Pemprov Bali Gelar Doa Minta Hujan Usai Peringati Sumpah Pemuda

selepas melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, segenap jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melaksanakan persembahan bersama.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kalaksa BPBD Bali Made Rentin saat ditemui awak media usai acara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019 di Lapangan Puputan Margarana Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Senin (28/10/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019 ke-91 kali ini, Senin (28/10/2019) bertepatan dengan Hari Raya Tilem Sasih Kapat.

Oleh karena itu, selepas melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, segenap jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melaksanakan persembahyangan bersama.

Dalam melaksanakan persembahyangan bersama ini ternyata ada instruksi khusus dari Gubernur Bali Wayan Koster.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin mengatakan, instruksi khusus tersebut yakni meminta kepada masyarakat Bali untuk melaksanakan doa meminta turunnya hujan.

Mencari Rumah Impian di Kota Baru, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Link Live Steraming Persib Bandung vs Persija Jakarta di Indosiar, Duel Sengit di Pulau Bali

"Salah satu yang di-announce Pak Gubernur kemarin, mari bersama-sama komponen masyarakat Bali mari hari ini kita berdoa. Pertama mohon berbagai bencana yang terjadi di pelosok daerah di Bali segera berhenti, yang kedua sekaligus doa bersama agar memohon hujan," kata Rentin.

Hal itu Rentin sampaikan saat ditemui awak media usai acara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019 di Lapangan Puputan Margarana Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Senin (28/10/2019).

Menurutnya, masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu mempunyai kepercayaan atau keyakinan dalam meminta turunnya hujan.

"Astungkara dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama hujan akan turun di berbagai daerah. Di semua daerah yang ada di Provinsi Bali," harapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali itu mengatakan, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini seharusnya sudah turun hujan.

Namun sampai memasuki habis bulan Oktober belum juga terdapat tanda-tanda akan munculnya hujan.

Ratap Pilu Keluarga Para Migran yang Mayatnya Ditemukan Membusuk di Dalam Truk Kontainer

WNA Belarus Terjatuh Dari Tebing 113 meter di Pecatu, Selfie Berujung Maut

Berdasarkan teori BMKG, Hari Tanpa Hujan (HTH), saat ini sudah memasuki bulan keempat sehingga wilayah Bali belum terdapat hujan hampir selama 200 hari.

Dijelaskan Rentin, ada empat daerah di Bali yang saat ini benar-benar mengalami kekeringan, yakni Karangasem, Bangli, Buleleng dan Jembrana

Guna mengatasi hal ini, BPBD Bali sudah hampir selama tiga bulan penuh terus melakukan distribusi air bersih.

"Kami di BPBD sendiri dibantu oleh teman-teman kami oleh PMI, dibantu oleh PDAM termasuk dunia usaha. Banyak yang kami membantu, termasuk komunitas ACT, Aksi Cepat Tanggap," tuturnya.

Saat ini, kata Rentin, tim tersebut sedang bergerak di lapangan untuk melakukan distribusi air bersih ke berbagai tempat, terutama ke desa-desa yang tidak memiliki sumber mata air. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved