Hidup Sebagai Bahmacaria, Agus Indra Udayana Madiksa dan Pilih Jadi Wiku Pendidik Umat

Pendiri Ashram Gandhi Puri tersebut kini mengambil jalan sebagai sulinggih dan menggelar upacara mediksa, Senin (28/10/2019).

Hidup Sebagai Bahmacaria, Agus Indra Udayana Madiksa dan Pilih Jadi Wiku Pendidik Umat
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Indra Udayana melangsungkan ritual pada puja di Jero Saren Anyar, Desa Sampalan, Dawan, Klungkung, Senin (28/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Indra Udayana (51) tersenyum saat disambangi ke kediamannya di Jero Saren Anyar, Desa Sampalan, Dawan, Klungkung.

Pendiri Ashram Gandhi Puri tersebut kini mengambil jalan sebagai sulinggih dan menggelar upacara mediksa, Senin (28/10/2019).

Papan ucapan tampak berjejer di Jero Saren Anyar, kediaman dari Indra Udayana.

Anak-anak Ashram Gandhi Puri tampak menyambut setiap pengunjung yang datang.

Kemarin merupakan hari yang spesial karena guru mereka Indra Udayana akan menjalankan ritual mediksa untuk penobatan sebagai sulinggih.

Indra Udayana tampak menyapa setiap tamu yang datang ke rumahnya.

Ia  mengatakan, menjadi sulinggih merupakan pilihan hidup. 

Ia menilai, pilihan ini merupakan puncak dari perjalanan spiritualnya.

Pria kelahiran 7 Oktober 1970 ini juga sempat melakukan ritual pada puja kepada panglisir Puri Mengwi, I Gusti Agung Mayun Eman, kemarin.

"Tujuan manusia adalah untuk memperbaiki diri dan saya terpengaruh perjalanan hidup para rsi," ungkap dia.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved