Ngopi Santai

Hai Bung, Kita Malu!

Membersihkan PSSI dari mafia pertandingan merupakan harapan yang boleh kita sandarkan ke pundak Iwan Bule.

Penulis: DionDBPutra | Editor: DionDBPutra
JSTOR Daily via Tribun Wow
ilustrasi bola 

Kendati FIFA merekomendasikan agar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI baru dilaksanakan 20 Januari 2020, namun PSSI sudah menyelenggarakan pada hari ini, 2 November 2019 di Jakarta. Mereka sepakat memilih ketua umum dan anggota Exco di tengah gerutuan sejumlah pihak yang merasa adanya kejanggalan dan ketidakjujuran.

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule terpilih sebagai ketua umum PSSI setelah meraih dukungan 82 suara dari total 86 pemilik suara. Tiga pemilih abstain dan satu tidak ikut pemilihan. Terpilih sebagai wakil ketua umum Cucu Soemantri dengan perolehan 81 suara dan Iwan Budianto 74 suara.

Kita menanti gebrakan Iwan Bule yang sejak lama memang terlihat sangat antusias untuk memimpin PSSI. Kiranya mantan Kapolda Metro Jaya itu bisa menyembuhkan penyakit kronis PSSI yaitu berkeliarannya mafia sepak bola yang masuk jauh sampai ke level Liga 3.

Tak segampang membalik telapak tangan, tapi Iwan Bule mesti menunjukkan kinerja kepengurusannya berbeda dengan ketua umum PSSI sebelumnya.  Membersihkan PSSI dari mafia pertandingan merupakan harapan yang boleh kita sandarkan ke pundak Iwan.

Sikap ngotot PSSI tetap menggelar KLB untuk memilih pengurus baru serta kerusuhan di Gelora Bung Karno dan Bung Tomo tentu menjadi atensi FIFA.

Berharap badan tertinggi sepakbola dunia itu tidak mengubah keputusannya memilih Indonesia menyelenggarakan Piala Dunia U-20 dua tahun mendatang.

Memang dunia belum kiamat. Kita masih diberi waktu berbenah diri dengan kesungguhan hati. Khusus untuk Piala Duna U-20, sejauh ini FIFA dikabarkan sudah memilih enam stadion di Indonesia,

Setelah resmi ditunjuk, Indonesia melalui PSSI menyerahkan daftar 10 stadion kepada FIFA.

Palagan tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), Stadion Si Jalak Harupat (Soreang), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

“FIFA akhirnya memilih 6 dari 10 stadion itu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto di Kantor Kemenpora, Senayan Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.

Kendati begitu Iwan Budianto belum bisa menyebutkan stadion mana yang dipilih FIFA. Y ang pasti stadion-stadion tersebut harus memiliki tempat latihan sesuai standar FIFA.

Tim FIFA sudah melakukan inspeksi. "Ketika mereka melakukan inspeksi 10 stadion, fisik sudah jadi, tetapi mereka bertanya minimal ada lima lapangan latihan di sekitar stadion dengan kualitas rumput yang sama," ujar Iwan Budianto seperti dikutip dari Kompas.com, 30 Oktober 2019.

Pekerjaan rumah jangka pendek Indonesia adalah mempersiapkan stadion dengan sebaik-baiknya. FIFA sudah menetapkan standar yang harus dipenuhi.

Tidak boleh ada tawar-menawar lagi. Keputusan FIFA memilih Indonesia karena badan dunia tersebut percaya anak bangsa ini sanggup mewujudkannya.

Ketika harapan pecinta sepak bola Tanah Air menyaksikan timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia 2022 nyaris pupus lantaran kalah melulu – bersiap diri sebagus mungkin menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 semoga bisa membangun citra positif Indonesia di mata masyarakat internasional.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved