Ngopi Santai
Hai Bung, Kita Malu!
Membersihkan PSSI dari mafia pertandingan merupakan harapan yang boleh kita sandarkan ke pundak Iwan Bule.
Penulis: DionDBPutra | Editor: DionDBPutra
Luar biasa! Ini akan menjadi yang pertama bagi Indonesia menggelar turnamen berkelas FIFA. Sebagai tuan rumah event internasional, rapor kita memang tidaklah buruk amat.
Indonesia pernah menjadi host Piala Asia 2007 bersama tiga negara Asia Tenggara yakni Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Indonesia juga sukses menggelar pesta olahraga multievent Asian Games 1962 dan 2018.
Hanya lima hari setelah kabar gembira dari Shanghai, Ibu Pertiwi bermuram lagi. Bulu kuduk merinding melihat kebringasan suporter Persebaya Surabaya merusak fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo seusai laga melawan PSS Sleman Yogyakarta, Selasa 29 Oktober 2019.
Persebaya kalah di kandang dengan skor 2-3 dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2019. Sikap melawan fair play merebak lagi.
Oknum suporter klub berjulukan Bajul Ijo ini mengamuk. Mereka membakar dan meremukkan sejumlah fasilitas penting di dalam stadion nan megah. Bahkan rumput lapangan tampak gosong bekas jilatan api. Bau asap masih tercium sampai 24 jam kemudian.
Tak pelak lagi malam kelam di Gelora Bung Tomo di penghujung Oktober yang terik itu merobek perasaan dua srikandi Jawa Timur (Jatim), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Keduanya tak sekadar galau tapi merintih perih dan sedih hati.
"Setelah tahu kejadian semalam, beliau sedih. Ibu Risma berharap (stadion) diperbaiki lagi. Kewajiban kami sebagai dinas harus segera menyelesaikan kerusakan ini," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Afghani Wardhana.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga berduka. Dia menyayangkan aksi bonek yang rusuh di Stadion Gelora Bung Tomo. "Jangan tanya perasaan saya melihat ini ? Saya sangat sedih dan prihatin." tulis Khofifah di Instagramnya @khofifah.ip.
Ia menegaskan, stadion itu dibangun dengan uang rakyat. Oleh sebab itu, seharusnya dijaga dan dirawat secara bersama bukan malah justru dirusak hanya karena kecewa setelah tim kesayangan kalah.
Khofifah sedih karena perusakan fasilitas stadion mencederai sportivitas, keutamaan nilai dalam olahraga. "Kalah menang dalam pertandingan itu hal biasa. Karena yang terpenting dalam sebuah pertandingan olahraga itu adalah sportivitas," kata Khofifah.
***
Begitulah tuan dan puan wajah sepak bola Indonesia. Kita belum beranjak dari lumpur.
Prestasi dan nama baik bagaikan kaki langit, nun jauh di sana, seolah tak terjamah. Bahkan di level Asia Tenggara pun kita sulit bersaing. Terakhir sepak bola juara Sea Games 1991. Hampir 30 tahun lalu.
Kiprah kepengurusan PSSI selalu diwarnai isu mafia pertandingan, pengaturan skor yang belum pernah ditangani secara serius.
Hasil kerja Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri masih jauh dari ekspetasi publik. Organisasi PSSI seolah dikuasai oligarki yang sulit ditembus bahkan oleh tangan negara sekalipun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bola.jpg)