Kapolres Bubarkan Duel Siswa SMP, 12 Pelajar Dipanggil ke Kantor Polisi
Belasan siswa SMP berkumpul di lobi Satreskrim Polres Klungkung untuk dimintai keterangan setelah terlibat dalam perkelahian pelajar antar siswa
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Kapolres Bubarkan Duel Siswa SMP, 12 Pelajar Dipanggil ke Kantor Polisi
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Belasan siswa SMP berkumpul di lobi Satreskrim Polres Klungkung, Jumat (1/11/2019).
Mereka yang merupakan dari sebuah SMP Negeri di Klungkung itu menunggu giliran diperiksa.
Semuanya masih berseragam sekolah.
Sejumlah guru tampak mendampingi mereka.
Secara bergantian mereka dimintai keterangan setelah terlibat dalam perkelahian pelajar antar siswa.
Perkelahian tersebut dibubarkan Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, Kamis (31/10/2019).
"Anak-anak SMP berduel di seputaran Jalan dr Sutomo. Langsung dibubarkan kapolres ketika kebetulan lewat di ruas jalan tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan.
Ia menjelaskan, perkelahian itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.
Saat di mana siswa sudah pulang sekolah.
Ketika melintas, Kapolres Klungkung melihat belasan anak SMP berkumpul di Jalan dr Sutomo.
Tidak sebatas berkumpul, dua orang siswa tampak sudah mulai berduel dan ditonton oleh belasan rekan-rekannya.
Saat itu siswa sudah berduel.
Sudah saling tendang, tapi tidak ada yang kena.
Seorang siswa yang berduel sampai membuka baju.
• Tampil Lucu, Bondres Merenges Kocok Perut Penonton Festival Seni Bali Jani di Art Center
• Juniari Menangis Mengakui Diri Hamil Lagi, Kedua Tersangka Pembuangan Bayi Ingin Menikah
"Saat kapolres lewat, langsung membunyikan sirine dan mereka kabur. Satu sepeda motor sampai ditinggal, dan diamankan kepolisian," jelas Mirza Gunawan.
Mereka lalu dipanggil kemarin untuk dimintai keterangan.
Dari hasil pendalaman, duel dilakukan I Kadek AK (14) dengan WSN (15).
Padahal dua pekan lalu, kedua siswa ini juga sudah sempat masuk BK (Bimbingan Konseling) karena kerap berbuat kenakalan di sekolahnya.
Kedua siswa itu sebelumnya sepakat berduel di seputaran Pura Watu Klotok.
Hanya karena ramai, mereka pindah untuk berduel di Jalan dr Sutomo.
Sebenarnya duel antara dua pelajar satu sekolah ini, sudah sempat dilerai warga sekitar.
Namun tidak berselang lama, mereka kambali berkelahi sampai datangnya Kapolres Klungkung.
"Pemicunya biasanya lah, masalah anak-anak. Ada ketersinggungan satu sama lain," jelasnya.
Ruas Jalan dr Sutomo ini memang terkenal sepi dan kerap menjadi lokasi berkelahi oleh remaja di Klungkung.
Padahal ruas jalan ini, kurang dari 50 meter dari Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung.
Beberapa bulan lalu, di ruas jalan ini juga menjadi lokasi perkelahian siswi SMP yang videonya viral di media sosial.
• Tes Kepribadian - Mana Warna Lipstik yang Kamu Sukai? Kepribadianmu Sesungguhnya Akan Terungkap
• Cegah Permasalahan Sampah di Sungai, Aktivis Lingkungan Pasang 100 Trash Booms di Sungai
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, kedua siswa ini memang kerap masuk ruang BK karena kenakalannya.
Remaja berinial WSN, selama ini juga diketahui berasal dari keluarga broken home.
Waskil Bupati Klungkung, I Made Kasta akan memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mengumpulkan guru di semua sekolah di Klungkung.
Ini khusus untuk membahas upaya pencegahan kekerasan yang dilakukan oleh remaja yang kian marak beberapa bulan ini.
"Ini harus mendapatkan atensi pemerintah juga, disamping peran orang tua. Mengapa kajadian seperi ini bisa terulang terus," tegasnya.
Jangan Anggap Sepele
Kasus kekerasan yang dilakukan oleh remaja semakin marak di Klungkung.
Dalam sebulan terakhir, ada tiga kasus aksi kekerasan yang dilakukan oleh remaja di Klungkung.
Semuanya berstatus pelajar SMA dan SMP dan penyelesaian kasusnya dengan mediasi karena masih di bawah umur.
"Ke depan akan kami tindak lebih tegas lagi, agar ada efek jeranya. Seperti ini agar tidak terulang kembali," ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan.
Sementara itu, Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana bahkan bertemu dengan Kadisdik Klungkung, I Dewa Gde Darmawan.
Mereka membahas tentang perkelahian pelajar tersebut.
Selama ini, polisi sudah berkeliling sekolah untuk memberikan penyuluhan kepada siswa terkait kenakalan remaja dan narkoba.
Namun kejadiannya terus terulang.
"Beberapa hari ini, marak kasus kekerasan yang dilakukan siswa di Klungkung. Ini harus mendapatkan atensi khusus dari Dinas Pendidikan, dan orang tua. Jangan anggap sepele masalah ini," ungkap Mirza Gunawan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/belasan-siswa-smp-menunggu-giliran-untuk-diperiksa-di-sat-reskrim-polres-klungkung.jpg)