Lagu Anak Bali Kian Terpinggirkan, Rahman Sebut Kurang Ruang untuk Penyanyi Cilik

saat ini di Provinsi Bali sendiri masih sangat membutuhkan banyak penyanyi-penyanyi cilik yang diharapkan meramaikan kembali dunia anak-anak.

Lagu Anak Bali Kian Terpinggirkan, Rahman Sebut Kurang Ruang untuk Penyanyi Cilik
Tribun Bali/ Noviana Windri
Wakil Ketua KPID Bali, I Gusti Ngurah Murthana saat ditemui di Jaki Food & Drink, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Sabtu (2/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak bisa dipungkiri, keberadaan lagu anak kini jarang terdengar lagi.

Jika pada zaman 80-an dan 90-an lagu anak tumbuh subur bak cendawan di musim hujan dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Namun kini lagu anak semakin jarang terdengar di radio-radio ataupun televisi.

Mirisnya lagi, saat ini anak-anak lebih familiar dengan lagu-lagu dewasa bahkan mereka juga menghafalnya.

Tak terkecuali di Provinsi Bali.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Gusti Ngurah Murthana tidak menampik jika keberadaan lagu anak Bali kian terpinggirkan.

Rahman, sapaan akrabnya menuturkan saat ini di Provinsi Bali sendiri masih sangat membutuhkan banyak penyanyi-penyanyi cilik yang diharapkan meramaikan kembali dunia anak-anak.

"Di Bali saat ini masih sangat memerlukan banyak penyanyi cilik yang menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Secara nasional pun lagu anak kurang mendapat perhatian khusus," ungkapnya, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Lebih lanjut, penyebab lagu anak yang makin terpinggirkan selain kurangnya perhatian khusus terhadap lagu anak, juga disebabkan oleh kurangnya ruang untuk mengekspresikan lagu anak.

"Saat ini belum ada yang fokus terhadap dunia anak. Ruang untuk mengekresikan lagu anak ini kurang. Seandainya ruang yang diberikan itu banyak, mungkin penyanyi cilik akan berlomba-lomba untuk berkarya.

Sama seperti seni tradisional di Bali yang diberikan ruang berekspresi melalui PKB yang kemudian banyak muncul sanggar-sanggar seni," tambahnya.

Rahman menyebutkan saat ini hanya di Kota Denpasar yang memberikan ruang khusus dunia anak melalui Rare Bali Festival.

Selain itu, Rahman yang sekaligus ketua Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni (Pramusti) Bali ini juga mengatakan bahwa penyanyi cilik yang terdaftar di Pramusti Bali tak sedikit jumlahnya.

"Penyanyi cilik di Bali sebenarnya banyak. Tetapi kurang terekspos. Yang terdaftar di Pramusti Bali sendiri ada sekitar hampir 100 penyanyi cilik Bali. Tetapi mereka tidak rutin berkarya. Ada yang setahun sekali baru berkarya," tutupnya.

Akibat kurangnya ruang untuk penyanyi cilik Bali ini, menyebabkan para penyanyi cilik Bali tidak produktif dalam menghasilkan karya sehingga lagu anak-anak semakin jarang terdengar.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved