Penelitian Ini Ungkap Hubungan Antara Kulit Gatal dan Kesehatan Mental

“Penemuan kami mencerminkan bahwa pasien dengan masalah dermatologis seperti kulit gatal juga erat kaitannya dengan depresi klinis, upaya bunuh diri,

Penelitian Ini Ungkap Hubungan Antara Kulit Gatal dan Kesehatan Mental
FOTO: (PARENT DISH)
ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM – Kulit yang mengalami kondisi gatal-gatal bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Namun, mereka yang mengalami kondisi kulit gatal kronis memikul beban psikologis mendalam yang tak bisa diatasi dengan garukan sekalipun.

Kondisi kulit tersebut antara lain eczema dan psoriasis. Para peneliti kini tengah merumuskan bagaimana kelainan pada kulit berkaitan erat dengan kesehatan mental dan kualitas hidup.

“Ada penelitian yang membuktikan adanya korelasi antara kulit gatal dan kesehatan mental secara umum,” tutur ahli dermatologi Florence J Dalgard dari Lund University di Swedia, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (3/10/2019).

Florence dan tim peneliti yang dipimpinnya menganalisis data yang dikumpulkan dari ribuan pasien penyakit kulit.

Data pasien itu tersebar di 13 negara di Eropa termasuk Inggris, Perancis, Jerman, dan Rusia.

Total, terdapat lebih dari 3.500 pasien dengan berbagai penyakit kulit yang berpartisipasi dalam penelitian ini.

Mereka melakukan pemeriksaan fisik dan kuisioner yang menanyakan tentang latar belakang sosial-ekonomi, serta pengalaman dengan kulit yang gatal.

Tanpa Obat Semprot, Ini 5 Cara Alami untuk Mengusir Nyamuk

DPRD Denpasar Dukung Penuh Pembentukan Kader Anak Peduli Sungai

Dari data tersebut diperoleh kesimpulan tentang gejala depresi, kegelisahan, dan upaya bunuh diri.

Para peneliti sepakat akan hubungan antara kondisi kulit, rasa gatal, ketimpangan suasana hati, dan kualitas hidup.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved