Hobi Shopping Tak Selamanya Buruk, Bisa Jadi Peluang Usaha
Tak sedikit yang merasakan 'besar pasak daripada tiang' akibat perilaku konsumtif tersebut. Malah, bila mereka jeli, sebenarnya bisa saja hobi belanja
TRIBUN-BALI.COM - Sambil menenteng beberapa kantong belanjaan, wajah Rebecca Bloomwood terlihat semringah.
Kebahagian Rebecca semakin menjadi, lantaran beberapa barang, seperti pakaian, parfum, dan produk perawatan tubuh yang menjadi incarannya berhasil ia dapatkan.
Ya, gadis berambut ikal berwarna cokelat tersebut memang "gila" belanja.
Bukan sekadar hobi, shopping selalu berhasil membuat perasaannya menjadi lebih baik.
Itulah Rebecca, pemeran utama dalam film drama komedi bertajuk Confession of A Shopaholic yang rilis pada 2009 silam.
Meski memberikan kepuasan, tapi hobi Rebecca tersebut justru menggiringnya pada lilitan hutang kartu kredit.
Apalagi, perusahaan tempatnya bekerja di ambang kehancuran alias bangkrut.
• Tarif Masuk ke Areal Pura Segara Rupek Buleleng Dinilai Mahal
• Microsoft Jepang Uji Coba Karyawan untuk Kerja 4 Hari Seminggu, Ini Hasilnya
Kenyataan pahit itu sukses membuat wanita yang selalu tampil stylist ini galau bukan main.
Ia harus memutar otak mencari cara untuk melunasi tagihan-tagihan kartu kreditnya.
Di dunia nyata, kondisi serupa kerap terjadi.
Tak sedikit yang merasakan 'besar pasak daripada tiang' akibat perilaku konsumtif tersebut.
Seandainya Rebecca atau orang-orang yang doyan berbelanja itu mampu menahan hasratnya, maka kerugian bisa dihindari.
Malah, bila mereka jeli, sebenarnya bisa saja hobi belanja tersebut dijadikan peluang usaha.
Caranya dengan melakoni usaha jasa titip atau jastip.
Dilansir Kompas, Rabu (12/6/2019), jastip merupakan peluang usaha baru bermodalkan teknologi dan jejaring sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-belanja1.jpg)