Microsoft Jepang Uji Coba Karyawan untuk Kerja 4 Hari Seminggu, Ini Hasilnya

Program Microsoft "Work Life Choice Challenge", yang diadakan Agustus ini, Perusahaan menyelesaikan pekerjaannya pada hari kamis dan memberikan 2.300

Microsoft Jepang Uji Coba Karyawan untuk Kerja 4 Hari Seminggu, Ini Hasilnya
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Microsoft Jepang menguji seminggu kerja selama empat hari dan mendapatkan hasil yang memuaskan untuk produktivitas karyawan.

Dikutip dari CNBC Senin (04/11/2019) raksasa teknologi ini mencatat lonjakan hampir 40 persen pada tingkat produktivitas setelah memotong jam kerjanya.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan dari program yang mengkampanyekan perbaikan kehidupan sehari-hari dan kehidupan bekerja (Work-life Balance).

Program Microsoft "Work Life Choice Challenge", yang diadakan Agustus ini, Perusahaan menyelesaikan pekerjaannya pada hari kamis dan memberikan 2.300 karyawannya akhir pekan tiga hari selama sebulan penuh untuk menilai manfaat dari berkurangnya hari berkerja.

Transfer Dana Desa Terus Meningkat, Ternyata Ada Desa Tak Berpenghuni Dapat Anggaran Pemerintah

Beri Penyuluhan Kesehatan dan KB, Kodim 1611/Badung Datangi Banjar Keraman, Abiansemal

Selama periode itu, perusahaan melihat produktivitas, yang diukur dengan penjualan per karyawan, naik 39,9 persen dibandingkan dengan Agustus 2018.

Sementara itu, perusahaan melihat penurunan biaya, dengan menurunnya penggunaan listrik sebesar 23 persen dan penggunaan kertas yang digunakan 58 persen lebih sedikit pada masa uji coba tersebut.

Eksperimen, yang juga memasukkan pengembangan diri dan skema kesehatan keluarga, Microsoft Jepang menerima respons yang positif sebagian besar dari karyawan, dengan 92 persen mengatakan mereka menyukai hari kerja empat hari.

Microsoft Jepang mengatakan berencana untuk melakukan tantangan kehidupan kerja yang serupa di musim dingin ini, yang bertujuan mendorong kerja yang lebih fleksibel.

Gagasan empat hari kerja seminggu telah mendapatkan daya tarik dari advokat yang menyoroti kemungkinan manfaatnya dalam mengurangi stres dan mencegah terlalu banyak pekerjaan.

Berprofesi Gigolo Bertarif Rp 500 Ribu, Gustu Bunuh Wanita Kencannya di Denpasar & Terancam Ini

Dilimpahkan, Dua WN Australia Ditahan di Lapas Kerobokan Terkait Kasus Narkotik

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan Selandia Baru menjuluki uji coba dua hari kerja empat hari dalam seminggu sebagai keberhasilan dalam meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, sementara pendiri Virgin, Richard Branson secara teratur menguraikan manfaatnya untuk meningkatkan kebahagiaan.

Dampak dari pekerjaan yang berlebihan dirasakan secara akut di Jepang, yang dikenal karena memiliki beberapa jam kerja terpanjang di dunia.

Menurut sebuah studi pemerintah di tahun 2016, hampir seperempat dari perusahaan Jepang mengharuskan karyawan untuk bekerja lebih dari 80 jam lembur sebulan.

Jepang bahkan telah menciptakan istilahnya sendiri untuk budaya ekstrem, "karoshi," yang diterjemahkan sebagai "kematian karena kerja keras".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerja 4 Hari Seminggu, Produktivitas Karyawan Microsoft Jepang Naik 40 Persen"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved