28 Desa Adat di Denpasar Miliki Pararem tentang Bahaya Narkoba dan Pelaksanaan P4GN

Kota Denpasar menduduki peringkat ke-6 di seluruh Indonesia dalam hal Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

28 Desa Adat di Denpasar Miliki Pararem tentang Bahaya Narkoba dan Pelaksanaan P4GN
Dok. Humas Pemkot Denpasar
Sosialisasi bahaya narkoba di MPP Sewaka Dharma Lumintang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar menduduki peringkat ke-6 di seluruh Indonesia dalam hal Kota Tanggap Ancaman Narkoba.

Hal ini sesuai dengan hasil studi BNN (Badan Narkotika Nasional) RI dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Denpasar memperoleh nilai total 70,93 pada katagori tanggap.

Adapun variable penilaian terdiri dari ketahanan masyarakat sebesar 25 persen, kewilayahan 20 persen, kelembagaan 25 persen, hukum 20 persen, dan ketahanan keluarga sebanyak 10 persen.

Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Hagnyono saat melakukan sosialisasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Denpasar, Kamis (7/11/2019) mengatakan Kota Denpasar memiliki nilai tinggi pada variable ketahanan masyarakat, kelembagaan dan ketahanan keluarga.

Berlibur ke Pulau Banda, Harga Sewa Kapal Pinisi yang Dipakai Nikita Willy Rp 189 Juta Per Malam

Sampah Medis Capai 6 Ton Per Bulan, RSD Mangusada Gelontorkan Dana Ratusan Juta Tangani Limbah B3

Sedangkan nilai sedang berada di kewilayahan dan hukum.

Sehingga yang perlu disoroti untuk meningkatkan nilai kewilayahan dan hukum, yakni dengan pengawasan terhadap wilayah rentan dan regulasi pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Oleh karena itu untuk mempertahankan peringkat Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) dan meningkatkan pelayanan BNN Kota Denpasar kepada masyarakat Denpasar, maka BNN Kota Denpasar kerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar dalam hal penyediaan layanan di MPP Kota Denpasar," katanya.

Adapun layanan yang diberikan oleh BNN di MPP Kota Denpasar meliputi, layanan data dan informasi serta layanan pengaduan.

Selain itu, BNN juga sudah melakukan pembentukan P4GN di tingkat desa se-kota Denpasar.

Namanya Mencuat di Bursa Wagub DKI, Ini Rekam Jejak Ahmad Dhani, Pernah Gagal di Pileg & Pilbup

Asuransi Astra Kenalkan Fitur Garda Mall, Berikan Kemudahan dalam Memperoleh Produk Otomotif

Hingga saat ini sebanyak 28 desa adat di kota Denpasar telah memiliki perarem atau aturan adat tentang bahaya narkoba serta pelaksanaan P4GN di masing-masing wilayahnya.

"Dengan adanya perarem ini dapat memaksimalkan pelaksanaan P4GN di Kota Denpasar serta mampu meningkatkan nilai IKOTAN kedepannya," katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Denpasar, IGN. Mandala Putra mengatakan, dengan bergabungnya BNN Kota Denpasar di MPP Sewaka Dharma diharapkan mampu memberikan layanan dengan maksimal, khususnya dalam bidang sosialisasi dan penanggulangan narkoba di Kota Denpasar. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved